Kementerian Agama Mempawah Potong 25 Ekor Sapi Kurban

Editor : Redaksi II
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mempawah, Mi'rad, memeriksa sapi kurban sebelum dilaksanakan pemotongan.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mempawah melaksanakan pemotongan 25 ekor sapi kurban dalam perayaan Idul Adha 1441 H, Sabtu (01/08/2020).

Kepala Kemenag Mempawah, Mi’rad, kepada suarakalbar.co.id, mengatakan, dari ke-25 ekor sapi kurban tersebut, delapan diantaranya telah dipotong di Kantor Kemenag Jalan Raden Kusno Mempawah.

Sedangkan sisanya 17 ekor, disalurkan ke sembilan kecamatan lewat Kantor Urusan Agama (KUA). Nantinya, pemotongan hingga distribusi daging korban, dikoordinir oleh masing-masing Kepala KUA kecamatan.

“Setiap tahunnya ASN di Kantor Kemenag Kabupaten Mempawah memang menyisihkan rezeki untuk menunaikan ibadah kurban. Apalagi ini di tengah pandemi Covid-19, tentu maknanya lebih mendalam dibandingkan hari-hari biasa,” jelas Mi’rad lagi.

Ia berharap, distribusi daging kurban ini benar-benar bermanfaat dan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Sehingga, perayaan Idul Adha 1441 H ini menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan.

Dan menariknya, Mi’rad mengaku, pihaknya mulai tahun ini mengeluarkan kebijakan agar pembelian hewan kurban harus dari peternak sapi lokal. Jadi, tidak diperoleh dari peternak di luar daerah,  sebagai upaya memberdayakan peternak-peternak yang berdomisili di Kabupaten Mempawah.

Sebelum dipotong dan daging kurban disalurkan, ke-25 sapi telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah.

“Setelah seluruh sapi kurban dinyatakan sehat, baru kita laksanakan pemotongan di Kantor Kemenag Kabupaten Mempawah dan sisanya kita kirim ke sembilan kecamatan. Kini ingin memastikan, hanya sapi-sapi yang sehat yang boleh dipotong,” ungkapnya.

Dalam proses pemotongan hingga distribusi daging kurban, Mi’rad mengungkapkan, pihaknya mengacu pada Fatwa MUI dan Surat Edaran Menteri Agama RI, yakni harus menerapkan secara ketat protokol kesehatan. Misalnya, mengenakan masker dan sarung tangan, tidak berkerumun, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini