Kekompakan Polisi-Masyarakat Jongkat yang Berbuah Penghargaan

Editor : Diko Eno
Kapolsek Siantan Iptu Rahmad Kartono dan tiga personel Polsek Siantan yang menerima penghargaan dari Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Empat dari 10 Anggota Polri yang menerima penghargaan Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, ternyata berasal dari Polsek Siantan, karena pencapaian prestasi mengungkap kasus pembunuhan.

Mereka adalah Kapolsek Siantan Iptu Rahmad Kartono, Kanit Intelkam, Aiptu Supriyadi dan dua orang Bintara, Bripka Widya Prasojo dan Bripka Guntur Hariansyah. Penyerahan penghargaan berlangsung di Mapolres Mempawah, Senin (24/8/2020) pagi.

Dalam upaya pengungkapan kasus pembunuhan di Yayasan Pemakaman Tionghoa Bhakti Suci KM. 8 Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, polisi berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial MU alias AD.

Selain Kapolsek dan Anggota Polsek Siantan, Kapolres juga menganugerahi penghargaan kepada personel Polres Mempawah, yakni Kanit I Resum Satreskrim Ipda Mulyadi Jaya, tiga orang Ba Satreskrim, Bripka Catur Handaya, Brigpol Devi Indah Maya Permatasari dan Bripda Muhammad Ivan Fahlevi.

Peristiwa pembunuhan yang menggemparkan warga Mempawah ini mencuat saat Rahmad Kartono baru seminggu menjabat sebagai Kapolsek Siantan. Ketika itu, ia tengah melaksanakan konsolidasi dengan para anggota.

“Kemudian, saya mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas Wajok Hulu, Aipda Aloysius, yang melaporkan penemuan mayat di Yayasan Pemakaman Tionghoa. Kami pun segera bergerak cepat untuk mengamankan dan mengolah TKP serta memeriksa saksi-saksi,” jelas Rahmad Kartono.

Berdasarkan dari hasil visum, tambahnya, polisi menyimpulkan mayat tanpa identitas itu adalah berjenis kelamin perempuan dan diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Bersama Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Muhammad Resky Rizal dan semua anggota, baik dari Satreskrim maupun Polsek Siantan, yang berupaya siang-malam untuk mengungkapnya.

“Alhamdulillah, tak sampai seminggu, kasus pembunuhan ini terungkap. Berkat bantuan Ketua IKBM Mempawah, bapak Usman Alatas dan tokoh-tokoh etnis Madura, pelaku berinisial MU menyerahkan diri dan diantar pihak keluarganya,” ungkap Rahmad Kartono lagi.

Karenanya, pengungkapan kasus pembunuhan di Wajok Hulu tersebut merupakan bukti bahwa kekompakan, kerjasama dan soliditas antara polisi dengan masyarakat telah terjalin erat selama ini.

Penulis: Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini