Jelang Pilkada 2020, Gubernur Kalbar Harapkan Petarung Tak Gunakan Isu SARA

Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Focus Group Discussion (FGD) bersama Gubernur Kalimantan Barat, KPU, Bawaslu dan juga Jajaran Forkompinda | Suarakalbar: Yapi Ramadhan
Pontianak (Suara Kalbar) - Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilakukan bulan Desember tahun 2020.

Demi mensukseskan Pilkada tersebut, Polda Kalbar lakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Gubernur Kalimantan Barat, KPU, Bawaslu dan juga Jajaran Forkompinda, di Hotel Aston, Selasa (25/8/2020) kemarin.

Sutarmidji, selaku Gubernur Kalbar  menilai baik FGD yang diselenggarakan termasuk sosialisasi seperti ini agar melahirkan Pilkada yang damai.

"Kita mau melahirkan Pilkada yang damai dan bermartabat. Dalam Pilkada itu pelanggaran kecil pasti ada tapi kita tekan semini mungkin. Nah sehingga sosialisasi seperti FGD kali ini sangat penting, saya menyambut baik," ujarnya kepada wartawan.

Kedepannya, Bang Midji akan lakukan pertemuan kepada seluruh calon yang akan bertarung di Pilkada 2020. Fungsinya agar melakukan kampanye yang tidak provokatif.

"Nanti kalau sudah ada bakal calon semuanya dan sudah daftar dan kita adakan sekali lagi yang melibatkan semua calon supaya mereka bisa melakukan kampanye kampanye yang tidak provokatif, itu yang paling penting. Tidak laku itu kalau jual SARA (suku, agama, ras dan antargolongan)," bebernya.

Berdasarkan pengalamannya, dia menjelaskan tidak menggunakan SARA sebagai senjata politik . Bang Midji menegaskan jangan membawa sara diruang publik.

"Karena saya pengalaman, saya nggak pernah mikir itu. Kalaupun saya ngambil misalnya satu warna itu dalam artian strategi untuk memenangkan bukan karena kita harus fanatik dengan satuan itu tidak. Itu yang harusnya dilakukan oleh para calon. Artinya janganlah bicara SARA diruang publik, jangan," tegasnya.


Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini