Dituding Ketua DPRD Ketapang Beri Informasi Tak Valid, Harisson :Dinkes Kalbar Bukan Dukun!

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Kadinkes Kalbar Harisson
Pontianak (Suara Kalbar) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dibuat berang.

Pasalnya ia dituding oleh Ketua DPRD Ketapang memberikan informasi yang tidak valid kepada Gubernur Kalimantan Barat.

Harisson geram,,ia menuturkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menerima data sesuai laporan tertulis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang. Laporan yang ia terima merupakan hasil Swab razia di City Mall Ketapang.


"Jadi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat ini bukan dukun. Jadi kami ini menerima laporan tertulis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bahwa ini adalah sampel Swab dari pengunjung hasil razia di City Mall Ketapang. Begitu keluar hasil ya saya laporan bahwa ini hasil razia di City Mall Ketapang," ucap Harisson saat ditemui wartawan, Senin (24/8/2020).


Ia menilai karyawan Mall tersebut juga termasuk masyarakat Kabupaten Ketapang. Dikarenakan karyawan Mall yang dinyatakan positif Covid-19 harusnya Mall tersebut ditutup.

"Jadi nanti itu berubah lalu ada jawaban pemerintah Kabupaten Ketapang bahwa ini adalah karyawan ya karyawan juga masyarakat Ketapang. Apa beda karyawan sama pengunjung, sama-sama masyarakat Ketapang," tuturnya.

Dengan karyawan yang terkonfirmasi Covid-19 ia menerangkan seharusnya pihak mall  wajib mentutup dan juga tracing Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang kerjanya akan lebih berat.

"Karena harus dilihat selama 10 kebelakang ini siapa saja yang berkunjung kesitu dan kontak dengan karyawan-karyawan ini," bebernya.

Selanjutnya ia menambahkan, Mall harus ditutup dan juga karyawan mesti di isolasi. Begitu pula dengan gedung Mall tersebut, harus di semprot dengan cairan disinfektan.

"Kalau memang laporan dari Pemkab Ketapang bahwa karyawan City Mall ini yang kasus konfirmasi Covid-19 Mallnya sebaiknya ditutup dulu di disinfektan, dan karyawan diisolasi nah baru selesai isolasi dan disinfeksi barulah Mall nya dibuka lagi," harapnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini