Dialog Antar Umat Beragama Wujudkan Kerukunan dan Toleransi

Editor : Suhendra Yusri
Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Singkawang, Mhd Nasir, Ketua FKUB Kota Singkawang, Baharuddin, Wakapolres Singkawang, Kompol Kuntadi Budi Pranoto serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda serta insan media melakukan foto bersama di Rumah Melayu Balai Serumpun Kota Singkawang, Rabu (12/8/2020).
Singkawang (Suara Kalbar)- Kantor Kementrian Agama Kota Singkawang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang menyelenggarakan dialog kerukunan antar tokoh agama di Rumah Melayu Balai Serumpun Kota Singkawang di Jalan Ali Anyang, Rabu (12/8/2020).

Hadir di dalam kegiatan itu diantaranya Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, Mhd Natsir, Ketua FKUB Kota Singkawang, Baharudin, Wakapolres Singkawang, Kompol Kuntadi Budi Pranoto, Kasubbag Ortafa dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar, Aris Sujarwono, Asisten Pemerintahan Setda Kota Singkawang, Heri Apriadi yang mewakili Wali Kota Singkawang.

Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta insan media yang ada di Kota Singkawang.

“Kegiatan ini diselenggarakan  selain menjadi anggaran rutin kita setiap tahun mengingatkan juga Kota Singkawang  sebagai kota tertoleran se-Indonesia, maka harus dijaga atau dirawat mengundang tokoh agama dan masyarakat serta sama sama berdialog, memusyarawatkan kembali apa yang diperlukan kedepannya,” ujar Kepala Kantor Kemenag Singkawang, Mhd Nasir.

Dia menjelaskan, pihaknya saling bertukar pikiran dan informasi serta seluk beluk di Kota Singkawang ini. “Ini memang sudah menjadi program rutin dan untuk untuk kita bertukar pikiran dengan seluruh komponen unsur agama,” jelasnya.

“Konsen kita banyak sekali dalam merawat dan menjaga kerukunan itu,” katanya.
Memasuki usia kemerdekaan yang ke 75, kata Nasir, maka diharapkan insan masyarakat di bumi Indonesia sudah semakin dewasa berpikirnya dan masyarakat tidak ada lagi kelompok sendiri-sendiri, namun lebih memajukan NKRI.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang, Baharuddin mengatakan diselenggarakannya kerukunan umat beragama dalam rangka mencegah isu yang berkembang di media sosial terkait isu SARA dan ujaran kebencian yang dapat menimbulkan friksi vertikal dan horizontal.

“Banyak peristiwa yang terkait di media sosial dan semangat kita untuk menjaga kerukunan sebagai kota tertoleran nasional,” jelasnya.

Wakapolres Singkawang, Kompol Kuntadi Budi Pranoto mengatakan dimulai dari ketertiban masyarakat dengan memberikan pelayanan dan penegakan hukum.

“Pasti sangat mendukung keberagaman dan acara seperti ini dari awal sudah sesuai  dasar Indonesia negara yang beragam suka atau tidak suka inilah negara kita, kita sudah semakin menjaga dan harus lebih maju lagi,” katanya.

Zikriadi, tokoh pemuda yang juga sebagai peserta kegiatan mengatakan sangat mendukung adanya kegiatan dialog kerukunan umat beragama.

Penulis : Tim Liputan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini