Davia Riski Alya Meninggal Dunia Saat Belasan Komunitas Mempawah Tengah Kumpulkan Dana

Editor : Suhendra Yusri
Davia Risky Alya semasa hidupnya. Dokumentasi Keluarga
Mempawah (Suara Kalbar)- Davia Risky Alya, bocah 8 tahun, yang berjuang melawan sakit epilepsi dan pembengkakan otak, akhirnya meninggal dunia di RSUD dr Rubini Mempawah, Sabtu (29/8/2020) pukul 17.20 WIB.

Yang memilukan hati adalah, kabar meninggalnya Davia Risky Alya, justru datang saat belasan komunitas Mempawah tengah turun ke jalan untuk mengumpulkan dana buat biaya pengobatannya di RSUd dr Rubini Mempawah.

Alex Candra, Ketua Keluarga Tak Sedarah (KTS) Mempawah, yang menjadi inisiator pengumpulan dana buat pengobatan Davia ini ketika dikonfirmasi, membenarkan kabar tersebut.

“Ketika kabar meninggalnya Davia tiba, kami baru saja selesai mengumpulkan dana di dua titik Kota Mempawah. Kami masih berkumpul di dua titik. Lalu kami mendapat kabar memilukan tersebut,” ungkapnya.

Karenanya, seluruh komunitas yang turun ke jalan untuk mengumpulkan dana buat biaya pengobatan Davia, mengawal jenazah Davia yang dibawa dengan ambulan PMI menuju rumah duka di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

Uang yang terkumpul hari ini sebesar Rp 3.324.000 akan disumbangkan untuk biaya pengobatan di rumahsakit. Direncanakan, jenazah Davia akan dimakamkan esok hari, Minggu (29/8/2020) pukul 09.00 WIB.

“Kami semua, termasuk Tim Medis RSUD dr Rubini telah berupaya untuk mengobati Davia, tapi Allah SWT lebih sayang kepadanya. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik buat Davia di sisi-Nya,” ujar Alex Candra dengan nada pilu.

Seperti diberikan suarakalbar.co.id, Komunitas sosial di Mempawah, Keluarga Tak Sedarah (KTS), bekerja sama dengan organisasi dan komunitas, kembali menggelar Mempawah Peduli 2020 selama dua hari, 29-30 Agustus 2020.

Alex Candra, Ketua KTS Mempawah, mengatakan, dari hasil pertemuan dengan seluruh aktivis Mempawah Peduli 2020, diputuskan untuk memprioritaskan pengumpulan dana buat biaya pengobatan Davia Riski Alya.

“Davia yang kini berusia 8 tahun, sedang berjuang melawan sakit epilepsi dan pembengkakan otak dan kini tengah dirawat di rumahsakit. Jadi kita fokus untuk mengumpulkan dana bantuan dari sesama,” ungkap Alex Candra.

Davia, menurutnya, adalah anak kedua dari pasangan Dedi Jamiat dan Desi, yang beralamat di Jalan Bardanadi RT.010/RW.003 Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.

Berkaitan dengan kegiatan Mempawah Peduli 2020, saat ini tergabung 10 organisasi dan komunitas di Mempawah. Yakni, Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mempawah, BPK Oi Mempawah, serta komunitas motor seperti HBM, ABB, BOC, MoonRanker, Single Fighter, RC, MXT dan BMC.

“Dan sejumlah komunitas lain juga menyatakan telah siap bergabung untuk menyukseskan Mempawah Peduli untuk adik kita, Davia Riski Alya,” imbuhnya.

Penulis : Dian Sastra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini