Bocah 13 Tahun Asal Pinyuh Ini Berkeliling Menjual Kue Buatan Sang Nenek

Editor : Redaksi II
Ahmad, bocah penjual kue keliling asal Sungai Pinyuh yang menjajakan dagangan di warkop Kota Mempawah | Suarakalbar: Dian Sastra.
Mempawah (Suara Kalbar)-Pengunjung dan pedagang di Pasar Mempawah hampir setiap minggu melihat seorang anak yang keluar masuk toko menjajakan kue. Wajahnya lugu, pakaiannya rapi, tapi sayang ia tidak mengenakan masker.

Misalnya, Sabtu (22/8/2020) pukul 13.00 WIB. Anak penjual kue itu muncul lagi di Warung Kopi Kampoeng di Pasar Mempawah. Pengunjung yang penasaran, beramai-ramai menanyakan identitasnya. Tak sedikit yang membeli kue dagangannya.

Namanya ternyata Ahmad. Usia 13 tahun, pelajar kelas I SMP di Kecamatan Sungai Pinyuh. Dari Sungai Pinyuh, ia menjajakan dagangan dengan menumpang ojek. Kadang jika ada oplet, ia naik oplet jurusan Sungai Pinyuh-Mempawah.

“Ini kue buatan nenek. Saya bantu-bantu jual, om. Usai jualan, saya dikasih uang jajan untuk ditabung,” jelas Ahmad.

Sudah cukup lama Ahmad berjualan kue. Tak hanya ke Mempawah, tapi juga sampai ke Jungkat. Baginya, yang penting dagangan laku, ia bisa pulang dengan gembira untuk menyerahkan hasil usahanya kepada sang nenek tercinta.

Ahmad mengaku sekarang lagi belajar daring. Jadi selesai belajar daring, baru ia menjual kue sang nenek. Jadi di waktu senggang, baru kedua orangtuanya mengijinkan Ahmad berjalan menjajakan dagangan.

Wajahnya seketika cerah saat beberapa pengunjung membeli dagangannya. Ada juga yang tanpa membeli kue, tapi memberi ia uang jajan.

Jhulay, wartawan Tribun Pontianak dan Zaini, wartawan PON TV yang bertugas di Mempawah, termasuk pengunjung warkop yang salut dengan kegigihan Ahmad. Keduanya turut membeli kue dan langsung menikmatinya.

“Kuenya enak. Bolu ini yang paling nikmat. Pantas cepat laku. Harganya murah, cuma Rp 10 ribu. Jangan lupa pakai masker ya Ahmad,” pesan Jhulay.

Penulis : Dian Sastra
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini