Biar Aman, Lakukan 5 Pemeriksaan Rutin Ini pada Smartphone Android
![]() |
| Ilustrasi berbagai aplikasi di ponsel Android. [Shutterstock] |
Suara Kalbar – Smartphone Android telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar masyarakat. Karena itu, penggunanya juga harus mewaspadai risiko keamanan yang bisa timbul. Harus lakukan pemeriksaan rutin.
Menurut Kaspersky, ada beberapa hal yang perlu dilakukan secara teratur untuk menjaga keamanan smartphone Android dan data pribadi tetap aman.
Berikut lima pemeriksaan rutin untuk Android yang harus dilakukan:
Periksa aplikasi
- Mulailah memeriksa dari daftar
aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera hapus aplikasi
apapun jika tidak digunakan. - Dengan melakukan hal itu, pengguna
secara tidak langsung akan mendapatkan berbagai manfaat. Pertama,
mengosongkan ruang pada smartphone dan meningkatkan kinerja ponsel.
Kedua, meningkatkan masa pakai baterai jika beberapa aplikasi yang tidak
terpakai dihapus. - Ketiga, pengguna tidak akan menjadi target
potensial bagi mata-mata atau pelaku kejahatan siber lain jika terdapat
aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel. Bahkan, program yang sah
sekalipun bisa menjadi sumber infeksi jika diretas atau jika
pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode
aplikasi. - Oleh karena itu, semakin sedikit aplikasi maka semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.
Periksa izin aplikasi
- Setelah melakukan tips pertama,
pengguna hanya akan memiliki aplikasi yang benar-benar digunakan.
Setelahnya, pengguna harus memeriksa izin yang diminta aplikasi. - Sebagai
aturan utama, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang
aplikasi baru. Semakin banyak izin yang dimiliki aplikasi, maka semakin
banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat pengguna, khususnya
semakin banyak data pribadi yang dapat dikumpulkan. Jadi, hanya berikan
izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian dan keramahan
pengguna. - Perhatikan pada izin yang terkait dengan aplikasi
admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas, berikan izin
hanya jika pengguna mempercayai 100 persen aplikasi itu. - Jangan
pernah takut untuk mencabut izin aplikasi. Jika pengguna mencabut izin
dan aplikasi berhenti berfungsi dengan baik atau beberapa fitur hilang,
pengguna bisa mengembalikan lagi.
Periksa pembaruan
- Pembaruan sangat penting karena
dapat memperbaiki masalah kerentanan. Artinya, pembaruan mampu
melindungi pengguna dari serangan siber. - Aplikasi dari Google
Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan,
pengguna bisa mengunjunginya secara langsung dan mengunduh versi
terbaru. - Jika pengguna mengunduh sesuatu yang bukan dari toko
resmi, pengguna harus bertanggung jawab untuk melacak pembaruan secara
manual. - Sementara itu, pembaruan untuk sistem Android adalah hal
berbeda. Dengan memeriksa pembaruan secara manual, pengguna bisa
mendapatkannya sebelum smartphone menginstalnya selama pembaruan
otomatis berikutnya. Dengan kata lain, itu berarti perlindungan dini
terhadap bahaya potensial.
Lakukan pemindaian dengan perangkat lunak antivirus
- Google Play memiliki antivirusnya
sendiri, yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan
diunggah ke toko resmi. Dengan kata lain, jika pengguna mengunduh
aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman. - Walaupun
segala kemungkinan dapat terjadi, namun setidaknya di Google Play,
aplikasi berbahaya dapat dideteksi dan kemudian dihapus. - Berbeda
jika pengguna menginstal aplikasi dari toko tidak resmi atau
mengunduhnya ke ponsel secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan
bahwa aplikasi itu aman. Disarankan untuk memindai konten ponsel secara
berkala dengan utilitas antivirus seluler. - Dengan solusi
keamanan gratis, pemindaian biasanya harus dijalankan secara manual.
Pemindaian paling baik dilakukan setelah menginstal setiap aplikasi baru
atau setelah melakukan pembaruan.
Periksa kebocoran data
- Perangkat Android kemungkinan besar
menyimpan banyak informasi pribadi, mulai dari foto hingga aplikasi
jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang ada di dalamnya.
Sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum. Karena itu, penting untuk
mengetahui tentang berbagai kemungkinan kebocoran. - Dalam banyak
kasus, kebocoran data dapat terjadi ketika perusahaan memberi tahu
informasi pelanggan atau juga bisa mendapatkan informasi di situs berita
TI. Namun, sebagian besar kasus kebocoran adalah perusahaan atau
layanan yang tidak diketahui atau digunakan pengguna. Untuk meminimalkan
hal ini, ubah kata sandi untuk setiap akun yang mengalami kebocoran
data. - Melakukan langkah-langkah di atas tentu membutuhkan waktu,
tetapi dengan menerapkan prinsip pemeriksaan rutin keamanan dapat
memberikan kontrol yang lebih baik atas smartphone Android pengguna dan
membuatnya jauh lebih aman.






