SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Wujudkan Wisata Keramat Kepiting Mempawah, 200 Mangrove Ditanam Perdana

Wujudkan Wisata Keramat Kepiting Mempawah, 200 Mangrove Ditanam Perdana

Salah satu sudut kawasan Pantai Keramat Kepiting Kelurahan Pasir Wan Salim Kecamatan Mempawah Timur yang akan dibangun wisata manggrove, Minggu (19/7/2020).

Mempawah (Suara Kalbar)-Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, melaksanakan penanaman perdana bibit mangrove di Pantai Keramat Kepiting, Minggu (19/7/2020) pagi.

Ketua Pokdarwis Kelurahan Pasir Wan Salim, Sarbaini mengatakan, di kawasan pantai yang terletak di muara Sungai Kuala Mempawah tersebut, mangrove yang ditanam perdana ini berjumlah 200 batang ditambah tanaman produktif lainnya.

“Untuk bibit mangrove, kami mendapat bantuan dari Bidang Pariwisata Dinas Dikporapar Kabupaten Mempawah. Semoga ini menjadi langkah awal untuk menekan laju abrasi pantai di Keramat Kepiting,” kata Sarbaini.

Dia menjelaskan, dalam melaksanakan penanaman perdana mangrove, pihaknya dibantu Kapolsek Mempawah Timur, Ipda Ria Iskandar dan anggota, Babinsa, para mahasiswa Untan yang sedang melakukan kegiatan KKM serta warga Kelurahan Pasir Wan Salin.

Sesuai program Pokdarwis Kelurahan Pasir Wan Salim, tambah Sarbaini, kawasan Pantai Keramat Kepiting saat ini dalam proses pengurusan peminjaman lahan untuk dijadikan sentra wisata mangrove di Kabupaten Mempawah.

“Kita berharap, peminjaman lahan kepada Pemkab Mempawah dapat segera disetujui. Dengan demikian, kita bisa membangun wisata mangrove di Keramat Kepiting sebagai pengganti Pantai Kijing yang kini dibangun Terminal Kijing,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Mempawah Timur, Ipda Ria Iskandar, dalam kesempatan itu menyatakan dukungannya atas rencana pembangunan wisata mangrove di Keramat Kepiting ini. Hanya saja, ia mengingatkan agar Pokdarwis perlu membangun sarana keselamatan dan keamanan pengunjung di tempat itu.

“Pokdarwis perlu juga memasang rambu-rambu yang mengingatkan para pengunjung agar berhati-hati selama berada di kawasan wisata Keramat Kepiting ini. Kemudian, menempatkan petugas di titik-titik rawan,” imbuhnya.

Namun sejauh ini, Ria Iskandar menambahkan, Pokdarwis sudah melakukan standar keamanan cukup baik. Misalnya, membuat jembatan dengan sistem buka tutup dan pembatasan jam berkunjung.

“Saya kira sudah tepat, jam kunjungan dimulai pukul 07.30 hingga 17.30 WIB. Tidak diperbolehkan adanya aktivitas wisata di malam hari, sebab ini bisa mengundang terjadinya tindak kriminalitas terhadap pengunjung,” ujarnya.

Penulis : Dian Sastra

Editor : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan