SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Viral! Tendangan Kungfu Pemuda Pekanbaru ke Driver Ojol Berakhir di Polisi

Viral! Tendangan Kungfu Pemuda Pekanbaru ke Driver Ojol Berakhir di Polisi

emuda pelaku tendangan kungfu kepada driver ojol di Pekanbaru saat diperiksa polisi. (Foto: Istimewa/via Riauonline.co.id)

Jakarta (Suara Kalbar)- Rumah Pemuda Pekanbaru Digeruduk Usai Layangkan Tendangan Kungfu ke Driver Ojol Ratusan driver ojek online atau ojol di
Pekanbaru geger mendatangi rumah seseorang bernama Akbar Perdana pada
Sabtu (4/7/2020) malam. Para pengemudi ojol itu kesal dengan ulah Akbar yang melayangkan tendangan ‘kungfu’ kepada Mulyadi hingga jatuh tersungkur dari sepeda motornya.

Rumah Akbar Perdana berada
di Jalan Kebun Sari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Bukit Raya,
Pekanbaru. Aksi tendangan kungfu Akbar Perdana kepada Mulyadi terekam
video berdurasi 30 detik hingga akhirnya viral di media sosial.

Tendangan kungfu Akbar ke bagian perut
Mulyadi diketahui terjadi pada Jumat (3/7/2020) di Jalan Cempaka,
Kecamatan Sukajadi. Pelaku menendang hingga terjatuh pria berumur 43
tahun itu.

Dilansir dari Riauonline.co.id (jaringan Suara.com), pada Sabtu malam, kaca spion mobil yang terparkir di rumah pelaku dirusak. Kaca jendela bagian depan rumah juga pecah.

Polisi yang tiba di lokasi kemudian
membawa pelaku bersama mobil yang digunakan saat melakukan kekerasan
terhadap korban ke Mapolresta Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang
Mu’min Wijaya mengatakan, massa juga mendatangi Mapolresta memastikan
penanganan kasus menimpa rekan sepekerjaan diproses hukum.

“Jadi mereka ingin memastikan apakah ada
penanganan penganiayaan dilakukan tersangka terhadap driver ojek online.
Kita telah menangani, kami telah menjelaskan kasus tersebut sedang kita
proses,” katanya.

Andi, salah satu pengemudi ojol
mengatakan, mereka menginginkan kasus kekerasan ini diusut hingga tuntas
oleh kepolisian. Menurutnya, korban diancam akan ditembak oleh pelaku.

“Tuntutan dari driver-driver harus diusut
sampai tuntas oleh Polresta. Aspirasi dari kawan-kawan, pelaku
penganiayaan itu sampai mau mengancam ingin menembak,” katanya.

Kata dia, tidak hanya mengancam ingin menembak, bahkan Akbar juga mengaku sebagai polisi.

“Jadi intinya, tidak ada kata damai untuk
pelaku pemukulan driver ojol Pekanbaru. Harga mati untuk kasus ini
hingga persidangan. Dia mengaku ingin menembak pelaku, juga mengaku
polisi,” kata Andi.

Terkait hal tersebut, Kapolresta Kombes Nandang memastikan, pelaku tidak memiliki senjata api (senpi), dan bukan polisi.

“Oh tidak ada, dia memang sempat
mengeluarkan kata-kata, “akan saya tembak kamu”, tapi itu hanya sekedar
kata-kata atau ucapan dari pelaku,” ujar Nandang.

Dihadapan massa, Kapolresta mengatakan akan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Sekarang kita periksa dan pendalaman terhadap pelaku penganiayaan driver ojol di Kota Pekanbaru,” ungkapnya.

Saat ditanyakan, penyebab kekerasan tersebut, menurutnya hanya masalah sepele di jalanan.

“Jadi pelaku ini membawa kendaraan keluar
dari gang, tiba-tiba melintas seorang ojek online. Pelaku merasa
mobilnya kena. Hanya itu saja sekarang masih dalam pemeriksaan,”
ungkapnya.

Tak hanya menuntut proses hukum, aksi
solidaritas driver ojol ini juga meminta polisi lakukan tes urine
terhadap pelaku berumur 25 tahun ini.

“Akan kita lakukan tes urine, kita akan lakukan, nanti akan kita ungkap pembuktiannya (pengguna narkoba),” imbuh Kapolresta.

Sumber : Suara.com

Komentar
Bagikan:

Iklan