|

Ultah ke-45, Saliman Penderita Gangguan Jiwa di Wajok Hulu Dapat Kado Istimewa

Saliman, penderita gangguan jiwa di Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, mendapat hadiah kue ulangtahun dari Wakapolsek Siantan Ipda Eri Nurnahar dan Bhabinkamtibmas Aipda Aloysius. Pada Hari Bhayangkara 1 Juli lalu, Saliman genap berusia 45 tahun.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Ketulusan hati ternyata bisa mengubah sesuatu. Begitu lah yang terjadi pada Saliman (45), penderita gangguan jiwa di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah.

Berkat ketulusan Aipda Aloysius, Bhabinkamtibmas Desa Wajok Hulu, yang kerap menyambanginya, Saliman yang bertahun-tahun dikurung dan dirantai, kini sudah makin lancar diajak berkomunikasi. Ia tak lagi mudah mengamuk.

Marjun, abang kandung Saliman, mengatakan, perkembangan yang menggembirakan kini tampak pada Saliman, semenjak Aipda Aloysius dan Kapolsek Siantan, Iptu Tarminto, sering menyambangi adiknya.

“Meski ia masih dikurung dan dirantai, tapi Saliman menunjukkan sikap mulai ramah dan mudah diajak berkomunikasi. Kami benar-benar bersyukur kepada Allah SWT. Mudah-mudahan adik kami bisa disembuhkan,” ungkap Marjun.

Apalagi, tambah Marjun, tak lama lagi Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama Saliman, bisa diterbitkan Dinas Sosial Kabupaten Mempawah, berkat perjuangan Aloysius yang mengurus administrasi kependudukan Saliman, mulai dari tingkat RT hingga ke Dinas Dukcapil Kabupaten Mempawah.

“Kami tak bisa bilang apa-apa lagi, selain bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas Aipda Aloysius, Kapolsek Siantan, bapak Iptu Tarminto, segenap petugas Polsek Siantan dan Kapolres Mempawah, bapak AKBP Tulus Sinaga, atas perhatian yang begitu besar kepada adik kami,” imbuh Marjun.

Sementara itu, Aipda Aloysius ketika dihubungi, membenarkan jika Saliman kini semakin mudah untuk diajak komunikasi. Terakhir kali, Aloysius mengaku menyambangi Saliman pada Kamis (02/07/2020).

“Ketika itu, saya terkejut mendapat informasi bahwa pak Saliman lahir pada 1 Juli 1975, itu berarti hari lahir beliau bertepatan dengan HUT Bhayangkara. Maka saya bersama Wakapolsek Siantan Ipda Eri Nurnahar kemudian menyambanginya,” jelas Aloysius.

Saat itu, Aloysius bersama Eri Nurnahar membawa kue ulangtahun untuk Saliman. Tak hanya itu, Saliman juga mendapat hadiah baju dan kain sarung yang langsung dikenakannya dibantu oleh sang wakapolsek.

“Saya dan wakapolsek gembira karena pak Saliman ternyata sudah lancar diajak berkomunikasi, tidak seperti dulu yang lebih banyak diam. Ini benar-benar perubahan yang tak saya sangka, mudah-mudahan ini awal yang baik untuk kesembuhan beliau,” kata Aloysius lagi.

Soal Saliman yang masih dikurung dan dirantai pihak keluarga, Aloysius bisa memahami. Ia berharap pada 17 Juli ini, KIS atas nama Saliman sudah bisa diterbitkan Dinas Sosial Kabupaten Mempawah. Dengan KIS itu lah, Saliman akan dibawa berobat ke RSJ.



Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini