Tujuh Warga di Aceh Tamiang Ngamuk Saat Dinyatakan Positif dan Reaktif Covid-19

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Salah satu pasien di Aceh Tamiang 
Aceh Tamiang (Suara Kalbar) - Tujuh orang warga Sungai Liput kecamatan Kejuruan Muda Aceh Tamiang, yang sedang dikarantina (Isolasi) di Gedung SKB marah-marah akibat dinyatakan 4 orang Positif dan 3 Reaktif Covid-19.

Diduga 3 warga itu marah setelah dinyatakan sebagai Reaktif imbas dari salahsatu warga di lingkungan mereka yang diduga positif corona.

Dua orang ibu dan anak warga Sungai Liput terekam oleh awak media, saat marah didepan Gedung SKB saat ditemui sang suami, "Kami Sehat Sehat Saja," ungkap anak dari bapak berinisial A.

Kendati demikian, bapak dari anak dan istri itu tak memungkiri jika ketiga pasien yang satu pasiennya juga tetangga yang dinyatakan Reaktif diduga terinfeksi Covid-19 itu memiliki keterkaitan dengan satu pasien yang akan berangkat ke Batam beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ibnu Aziz mengatakan, awalnya dari satu orang yang mau berangkat ke Batam saat test Rapid  dan saat melakukan Swab dinyatakan positif.

"Dari dia dicek semua orang yang berdekatan dengan Ibu yang akan berangkat ke Batam itu saat dicari ternyata ada 7 orang yang kebetulan depan dan belakang rumah. Tapi dari ketujuh itu 4 positif dan 3 Reaktif," kata Ibnu Aziz, Senin (27/07/2020) sore.

Menurut ibu berinisial S dan anaknya berinisial M itu menyatakan bahwa pihaknya sehat-sehat saja tidak ada riwayat perjalanan keluar kota.
"Kami minta hasil rapid test dari pihak pukesmas tidak memberikan. Waktu kami minta, pihak Pukesmas tidak berikan, mereka bilang ikuti aja protokol kesehatan. kami terpaksa harus mengikuti dan dikarantina (Isolasi)," ungkap M dengan nada marah.

Sambil bercerita ibu dan anak tersebut juga melakukan gerakan senam dan lompat-lompat, menunjukkan bahwa mereka dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Pantauan awak media dilapangan, tim medis dengan mengenakan baju APD yang lengkap memasuki lokasi tempat ke tujuh warga yang dikarantina (Isolasi). Guna untuk di Swab 3 orang yang dinyatakan reaktif pada sore 27 Juni 2020.

Ibnu Aziz mengungkapkan, ketujuh yang sedang dikarantina tersebut dilakukan guna untuk memutuskan rantai Covid-19.
"Mereka dikarantina ditempat yang layak, ada tempat tidur tempat masak dan setiap hari dikasih vitamin dan makanan yang bergizi. Seperti Jamu dan lain-lain," pungkas Ibnu Aziz.


Penulis  : Muhammad Irwan
Editor    : Dina Wardoyo
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini