|

Ribuan Rumah Warga di Melawi Terendam Banjir, 50 KK Terpaksa Mengungsi

Warga memanjat genteng rumah saat banjir melanda.[Suarakalbar/Dea]
Melawi (Suara Kalbar)- Intensitas curah hujan yang tinggi hampir sepekan ini, mengakibatkan sejumlah sungai di Kabupaten Melawi meluap. Seperti sungai Pinoh, Sungai Sayan,  dan sungai Melawi.

Kabupaten Melawi pun kini dalam kondisi dikepung banjir. Hampir semua kecamatan terjadi.  Ribuan rumah wargapun terendam, dengan ketinggian bervariasi hingga satu meter.

Bahkan akses jalan provinsi banyak yang sudah tidak bisa dilalui lagi oleh Masyarakat akibat banjir, seperti akses jalan Sokan menuju Nanga Pinoh. Angkutan sembakopun mulai terganggu.

Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya terus mendata korban banjir.

"Hujan dengan intensitas tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Melawi, membuat Sungai Pinoh dan Sungai Melawi meluap. Hampir semua kawasan tergenang air saat ini. Bahkan air juga sudah mulai menggenangi pasar Kota Nanga Pinoh,” kata Kepala BPBD Melawi, Gusti Syafarudin, kepada Suarakalbar.co.id, Sabtu (11/7/2020) pagi.

Data sementara, ungkap Syafar untuk wilayah Sokan, Koba Baru, Sayan dan Pinoh selatan setidaknya ada 2000 rumah tergenang banjir dan 50 kepala keluarga mengungsi. Khususnya mereka yang bermukim di dekat bantaran sungai.

Sedangkan korban banjir di Kota Nanga Pinoh dan kecamatan lainnya, masih dalam pendataan personil dilapangan.

"Kita terus memantau kelapangan dan berkoordinasi dengan Forkopimcam diseluruh kecamatan, terkait situasi saat ini. Warga diminta tetap waspada, karena air terus naik, bantuan segera diberikan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Melawi, Adang Wahyudi membenarkan bahwa hampir seluruh kecamatan di Melawi sudah mulai mengalami banjir. Seperti kecamatan Menukung, Ella Hilir, Sokan, Kota Baru, Sayan, Pinoh Selatan, Pinoh Utara hingga Nanga Pinoh.

"Informasi yang kita dapat dilapangan, warga juga sudah banyak yang mengevakuasi barang barangnya ke tempat yang lebih aman. Anggota Tagana juga memantau terus perkembangan dilapangan," katanya Adang Wahyudi kepada Suara kalbar.co.id


Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini