Pihak Transmart : Mereka yang Terpapar Covid-19, Karyawan Proyek Bumi Raya

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Pihak Transmart saat Keterangan Pers
Pontianak (Suara Kalbar) - Merebaknya kabar bahwa adanya 16 orang Klaster baru yakni Klaster Transmart Kubu Raya, pihak Transmart langsung mengkonfirmasi bahwa 16 tersebut bukan pekerja Transmart.

Ditemui di Transmart Kubu Raya saat sesudah melakukan pertemuan dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi, Budi Hartono selaku humas dan costumer service menegaskan bahwa ke 16 orang yang dinyatakan klaster Transmart sama sekali bukan karyawan Transmart.

"Yang pastinya bahwa untuk masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya bahwa Kalimantan Barat yang terpapar Covid-19 itu bukan karyawan Transmart, maupun costumer yang pernah ke Transmart," tegas Budi.

Ia menyampaikan, bahwa sudah dilakukannya pertemuan antara pihak Transmart dan juga pihak Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

"Jadi hasil dari tim Kesehatan Provinsi maupun Kubu Raya kita sudah ada pertemuan tadi bahwa yang terkena itu karyawan proyek Bumi Raya," jelasnya.

Pihaknya akan menutup Transmart Kubu Raya selama satu hari dan mengaksimalkan kegiatan penyemprotan disinfektan ke seluruh areal Trasmart Kubu Raya.

"Makanya kita welcome dengan tim untuk melakukan disinfektan jadi kita hari ini tutup satu hari untuk kegiatan bisnis di areal store Transmart Kubu Raya," lanjutnya.


Mengenai hal ini, pihak Bumi Raya City membenarkan bahwa yang terpapar tersebut merupakan pekerja bangunan dari Bumi Raya City.

"Menurut hasil temuan Swab yang dilakukan kepala Dinas Kesehatan Provinsi yang 16 orang itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19," ucap Dedi Riswandi  Projek Manager PT. Gaia Bumi Raya City Kubu Raya.

Ia mengungkapkan bahwa ke 16 orang tersebut merupakan pekerja bangunan yang akan menyelesaikan projek pembangunan Mall.

"Yang 16 orang ini bekerja sebagai tukang atau finishing kami terkait dengan penyelesaian Mall ini," ungkapnya.

Dedi menegaskan, kedatangan para pekerja bangunan dari Jawa Tengah tersebut sejak tanggal  25 Juni tahun 2020.

"Pekerja tersebut datang dari tanggal 25 Juni yang lalu," tuturnya.

Ia sangat berterimakasih kepada pihak Pemprov atas dukungan dan kecepatan dalam menangani masalah saat ini.

" Alhamdulillah kita sudah dapat masukkan juga dari para Kepala Dinas tim kami yang terpapar itu untuk isolasi mandiri yang sebanyak 16 orang. Tim Provinsi sangat mendukung atas kejadian dan kami sangat mendukung intruksi kepala dinas dan bapak Gubernur Kalbar yang selanjutnya kami akan hentikan dulu kurang lebih 10 hari atau mungkin toleransi lebih akurat insyaallah 14 hari," pungkasnya.

Penulis : Yapi Ramadhan
Editor   : Dina Wardoyo
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini