Pemprov Kalbar Rancang Pergub Perlindungan Areal Konservasi

Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Rakor peraturan Gubernur Kalbar tentang perlindungan, pengelolaan areal konservasi dan pemberian bantuan dalam pengeluaran usaha berbasis lahan berkelanjutan

Pontianak (Suara Kalbar) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah merancang peraturan Gubernur Kalbar tentang perlindungan, pengelolaan areal konservasi dan pemberian bantuan dalam pengeluaran usaha berbasis lahan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar,A.L Leysandri menuturkan, ini merupakan rapat koordinasi menindaklanjuti Perda nomor 6 tahun 2018.

"Kegiatan koordinasi tentang pembuatan Pergub ini adalah untuk mengimplementasikan Perda nomor 6 tahun 2018 tentang pengelolaan usaha berbasis lahan berkelanjutan," ujar A.L Leysandri, Jum'at (24/7/2020).

Ia mengatakan, dalam rakor ini menghasilkan konsep untuk mendorong ekonomi masyarakat disekitar kawasan hutan areal konservasi.
"Ini adalah konsep untuk memberi bantuan kepada masyarakat atau mendorong perekonomian masyarakat dikawasan hutan,sehingga konsep ini akan ditindaklanjuti bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki lahan di areal konservasi berbasis tinggi," terangnya.

Aleysandri menjelaskan, hasil dari rapat koordinasi ini bertujuan untuk menghindari perdebatan dan persoalan tuntutan.

"Sehingga kita tidak lagi berkutat dengan misalnya persoalan tuntutan,kita buat konsep melalui peraturan Gubernur dan akan ditingkatkan menjadi Perda," lanjutnya.

Ia kemudian mengharapkan hasil dari rapat kordinasi ini kedepannya membuat masyarakat cinta terhadap lingkungan. Semua orang terlibat didaerah hutan diareal konservasi bersama-sama menjaga lingkungan.

"Inilah konsep yang diinginkan oleh pak Gubernur,supaya kita tidak habis energi untuk berdebat masalah pemanfaatan hutan yang ada di provinsi kalbar," harap Aleysandri.

Didalam rapat koordinasi ini juga menghasilkan 4 peraturan Gubernur hasil menindaklanjuti Perda nomor 6 tahun 2018.

"Mudah-mudahan melalui Perda yang ada 4 Pergub yang akan disiapkan menjadi roll model dalam kita mengelola hotel yang besar hampir 8,6 Juta Hektare ini. Jadi kita ingin mengamankan kawasan hutan kita menjadi kawasan ramah lingkungan," pungkasnya.


Penulis : Yapi Ramadhan
Editor   : Dina Wardoyo
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini