KPPAD Kalbar Temukan 3 Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak di Bengkayang

Editor : Diko Eno
Ilustrasi Kekerasan anak.[Net]
Pontianak ( Suara Kalbar ) - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalbar (KPPAD) menemukan 3 kasus baru pelecehan seksual pada anak-anak di wilayah Kalimantan Barat.

Komisioner KPPAD Kalbar , Nany Widayani mengungkapkan, ditemukannya aduan yakni 3 kasus pelecehan seksual pada anak-anak yang dilakukan oleh orang terdekat di Kabupaten Bengkayang.

Miris, ketiga kasus pelecehan seksual pada anak-anak di Kabupaten Bengkayang ini merupakan tindak cabul dari orang tua si anak tersebut.

"Kasus pertama terduga adalah ayah tiri korban, kasus yang kedua Ayah kandung terhadap anak kandung,dan yang kasus ketiga terduga sama juga ayah kandung terhadap anak kandung," terang Nany , Kamis (23/7/2020).

Untuk kasus yang pertama, anak berusia 9 tahun ini dicabuli oleh ayah tirinya ketika sang ibu berjualan di pasar. Untuk saat ini pihak KPPAD melakukan pelayanan terbaik terhadap anak tersebut mengingat anak tersebut mengalami trauma sehingga menyebabkan psikisnya terganggu dan juga pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini.

"Sang ibu bekerja di pasar , ketika pulang kerumah melihat sang anak berlari dari arah kamar menuju WC dengan celana sedang terlorot, sehingga sang ibu bertanya kepada anak kamu diapakan sama bapak?," jelas Nani.

Kasus yang kedua, korban pencabulan ini berusia 13 tahun yang tak lain pelakunya adalah orang tua kandung anak tersebut yang berprofesi menjadi seorang petani. Korban sendiri merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Diketahuinya kasus ini dikarenakan sang korban dengan lugunya berbicara kepada tetangga disekitar rumahnya sehingga tetangga melaporkan ke perangkat desa dan akhirnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Polisi. Terdapat juga laporan bahwa korban juga dilecehkan oleh kakak kandung korban yang juga merupakan anak berkebutuhan khusus

"Sang anak selama 3 hari berturut-turut bercerita secara lugu ke tetangga bahwa ia sudah dilecehkan oleh sang ayah. Mendengar hal ini para tetangga melaporkan kepada perangkat desa dan setelah itu dilaporkan ke kepolisian. Sang ibu bekerja di Malaysia," bebernya.

Sedangkan untuk kasus yang ketiga, aksi bejad dilakukan oleh ayah kandung terhadap anak kandungnya sendiri. Belakangan diketahui juga si Pelaku merupakan tokoh agama disekitar kawasan tempat korban tinggal. KPPAD Kalbar sangat menyayangkan kasus ini bisa terjadi padahal orang tua korban adalah tokoh agama.

"Nah untuk kasus ini sang Ibu juga sering mendapatkan KDRT,kasus ini terungkap ketika sesama tokoh agama mendengar hal ini sehingga dilakukannya pelaporan," ungkapnya.


Penulis : Yapi Ramadhan
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini