Kisruh Organisasi, Ketua PFKPM Kota Singkawang Lakukan Somasi

Editor : Suhendra Yusri
Ketua Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kota Singkawang 2018-2023, Haji Uray Maryadi bersama Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan PFKPM Kota Singkawang, Sumarno dan Wakil Ketua Dewan Penasehat PFKPM Kota Singkawang, Hamdi saat press release di kediaman H Uray Maryadi, Selasa (28/7/2020) malam.
Singkawang (Suara Kalbar)- Kisruh di tubuh organisasi Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kota Singkawang terus berlanjut, pihak Pengurus PFKPM Kota Singkawang periode 2018-2023 yang diketuai H Uray Maryadi melakukan somasi terkait adanya pihak lain yang membentuk kepengurusan baru PFKPM Kota Singkawang.

“Perlu kami jelaskan disini, bahwa kepengurusan Uray Haji Maryadi alias Gomai 2018-2023,” ujar Sumarno, SHI, Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan PFKPM Kota Singkawang yang dipercaya menjadi juru bicara saat press release di kediaman H Uray Maryadi pada Selasa (28/7/2020) malam. 

Dia menjelaskan adanya dua kubu kepengurusan FKPM Kota Singkawang maka akan memecah organisasi. “Kami tidak mempermasalahkan siapapun menjadi ketua namun dengan tata cara sesuai AD ART organisasi,” katanya.

Menurut Sumarno pembekuan yang dilakukan didalam Surat Nomor 015 Tahun 2019 pertimbangan DPP ayat 3 berbunyi bahwa DPD PFKPM Singkawang tidak mengindahkan dan menjalankan intruksi lisan ketua umum yang disampaikan melalui Sekjend.

Sumarno menegaskan bahwa tidak ada perintah lisan dalam menjalankan roda organisasi yang menjadi dasar tidak dilaksanakan perintah itu, tapi di dalam organisasi yang akan dilaksanakan adalah perintah tertulis.”Kami tetap menjalankan tugas pada 2023 mendatang,” jelasnya.

“Kami sudah ada somasi namun tidak ada jawaban mungkin tidak ada jawaban, kemudian pasal 12 ayat 3 mekanisme pemberhetntian pengurus dilakukan terlebih dahulu peringatan secara tertulis sesuai ketentuan organisasi, tapi kami tidak pernah diberikan SP 1 dan SP 2 serta  SP 3,” tegasnya.

Dia mengatakan ketika dilakukan pemecatan pun maka harus ada pembelaan diri melalui mekanisme. “Kami tetap jalan ini bukti atau fakta dimana kami tetap melakukan rapat-rapat sesuai dengan AD ART PFKPM, dan kami tetap berdasarkan aturan dalam melangkah,”katanya.

Sumarno mengatakan bahwa Uray Maryadi ditunjuk pada saat Musyawarah Daerah. “Kenapa harus berputar kesana kesini, somasi sudah diajukan pada 10 Juli 2020 lalu, sampai sekarang tidak ada jawaban,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Haji Uray Maryadi alias Haji Gomai mengatakan pihaknya tetap berjalan dalam melaksanakan aktifitas organisasi PFKPM Kota Singkawang hingga masa bakti 2018-2023.

Penulis   :  Tim Liputan

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini