Kedepankan Etika Politik, LDII Kalbar gelar FGD

Editor : Redaksi II
 Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto menyerahkan cinderamata kepada Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat pembukaan FGD Membangun Etika Politik di Hotel Golden Tulip.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Pontianak
(Suara Kalbar)- DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalbar menilai masih banyak ditemukan praktik politik dalam pilkada atau pemilu yang keluar dari nilai-nilai moralitas. 

Indikasinya hoax marak, konten provokatif bertebaran, bahkan isu SARA dijadikan komoditas. Hal inilah yang melatarbelakangi LDII Kalbar menggelar Focus Group Discussion (FGD). 

"Sebagai organisasi dakwah, berkeinginan pilkada serentak 9 Desember mendatang berlangsung secara berintegritas dan bermartabat dan mengedepankan nilai-nilai moralitas," ujar Susanto, Ketua DPW LDII Kalbar saat memberikan kata sambutan dalam pembukaan FGD yang digelar di Hotel Golden Tulip, Selasa (28/07/2020).

Dengan mengambil tema Membangun Etika Politik dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Serentak tahun 2020, dimaksudkan sebagai ikhtiar LDII dalam membantu menyukseskan agenda daerah. 

"Ini wujud ihtiar LDII untuk berkontribusi, karena Pilkada serentak adalah keputusan politik pemerintah, maka secara kelembagaan LDII sami'na waatho'na," tegas dia.

Di sisi lain, penyelenggaraan pilkada serentak masih dalam suasana cobaan pandemi Covid 19, sehingga pemilih butuh jaminan keselamatan. 

"Penyelenggara pilkada mesti memberikan keselamatan kepada pemilih, jangan sampai pilkada berlangsung menjadi cluster baru penyebaran Covid 19. Mari kita rumuskan di forum yang strategis ini, " ujarnya.

Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Imam Sugianto, mengapresiasi LDII yang menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya, jika semua organisasi bergerak secara masif dengan ikut mensosialisasikan, maka pilkada serentak kedepan bisa berlangsung dengan baik. 

Pujian serupa juga disampaikan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Dirinya memuji langkah DPW LDII Kalbar yang menggelar FGD sebagai wujud dukungan terhadap agenda pemerintah.

"Saya melihat LDII ini sangat baik sekali, membuat suatu kegiatan diskusi dalam menghadapi Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 yang mana kegiatannya memberikan pendidikan politik ke masyarakat supaya tidak salah memilih pemimpin yang amanah agar ke depan lebih baik," katanya. 

Kegiatan LDII diharapkannya juga menginspirasi daerah lainnya, agar menciptakan Pilkada yang berkualitas dan bermartabat.

"Kegiatan ini mudah-mudahan memberikan suatu gambaran yang baik kepada masyarakat untuk memilih seorang pemimpin yang benar-benar bisa kita harapkan untuk membangun Kalbar yang kita cintai," tambah mantan Bupati Mempawah dua periode ini.




Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini