Kasus Covid-19 Melonjak, India Berburu Plasma Darah untuk Pengobatan

Editor : Diko Eno
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)
Suara Kalbar - Penggunaan plasma darah eks pasien Covid-19 menurut sejumlah ahli bermanfaat untuk memperbesar peluang kesembuhan pasien yang tengah dirawat.
Di tengah peningkatan jumlah kasus yang terus bertambah, negara-negara bagian di India pun melakukan perburuan plasma darah.

"Baru-baru ini, kami menginginkan plasma kelompok O untuk seorang pasien, seorang dokter," kata Menteri Kesehatan Assam Himanta Biswa Sarma, dilansir ANTARA.

Keberhasilan upaya keseluruhan sangat penting bagi Assam, salah satu negara bagian termiskin di India yang kekurangan remdesivir dan tocilizumab untuk mengobati pasien Covid-19 yang parah.
Delhi dan Negara Bagian Odisha juga mencari donor plasma karena total infeksi di India telah meningkat menjadi 1,4 juta kasus dengan hampir 33.000 kematian.


Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)
"Ketika kami mengetahui bahwa seseorang mau menyumbang, orang-orang pergi ke rumahnya dengan perahu, membawanya ke rumah sakit, dan menyelesaikan proses donor," ujar Sarma.

Dia menolak mengidentifikasi sang donor tetapi mengatakan penerima dalam kondisi baik.

Plasma dari orang yang sebelumnya terinfeksi dapat digunakan untuk mengobati hingga dua pasien yang sedang sakit, kata Sarma. Tanpa perawatan yang tepat waktu, kondisi pasien seperti itu berpotensi memburuk dan membuat persediaan obat-obatan menipis.

"Kami telah melihat bahwa jika kita memberikan plasma antara tahap sedang dan kritis, hasilnya sangat, sangat baik," kata dia.

Dengan kasus Covid-19 yang melonjak dan obat-obatan mulai menipis, pihak berwenang Assam memberikan keistimewaan kepada para pasien sembuh yang mau mendonorkan plasma darah mereka.


Sumber : Suara.com
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini