Kalbar Raih Penghargaan, I Gusti Ayu Bintang: Perlindungan Anak Tidak Setengah-setengah
![]() |
| Sekda Kalbar, Leysandri didampingi Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Natalia Karyawati dan Ketua KPAD Kalbar Eka Nurhayati saat Penyerahan Penghargaan secara Virtual |
Pontianak (Suara Kalbar) – Pemprov Kalbar Raih Penghargaan, I Gusti Ayu Bintang:
Pemerintah Maksimal Lindungi Hak Anak
Pontianak (Suara Kalbar) – Penurunan angka kekerasan
terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu target yang akan dijalankan oleh
Pemerintah Indonesia.
Bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memiliki
mandat sebagai pengawas dan memiliki kekuatan dalam mendukung upaya
perlindungan perempuan dan anak dijelaskan Mentri Perlindungan Perempuan dan
Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang bahwa perlindungan terhadap anak
dilakukan tidak dengan setengah-setengah dan merupakan hal terpenting karena anak
merupakan masa depan bangsa.
“Anak yang menentukan masa depan bangsa sehingga KPAI
jangan ragu bahwa pemerintah maksimal dalam mendukung perlindungan anak,”
ungkapnya saat menyerahkan penghargaan secara virtual kepada Pemprov Kalbar dan
KPAID Kalbar, Rabu (21/7/2020).
Iapun mengapresiasi kepada KPAI yang menginisiasi memberikan
penghargaan agar memotivasi seluruh pihak dalam melindungi pemberdayaan perempuan
dan perlindungan anak di Indonesia.
“Anak terlindungi Indonesia maju,” tegasnya.
Mentri Sosial, Juliari P Batubara mengatakan bahwa
dibayangkan di 2045 saat Indonesia emas bisa jadi anak-anak yang dirawat saat
ini bisa jadi Mentri atau Presiden.
“Jika kita melindungi anak artinya kita sedang menanam untuk
Bangsa dan bagaimana kita merawat akan menentukan jadi apa dengan melindungi
dan mendidik dengan baik. Ibarat black box, seorang anak tidak tau isinya apa
sehingga merawat mendidik serta melindungi menjadi salah satu hal penting yang
dilakukan oleh semua pihak,” katanya.
Sekda Kalbar, AL Leysandri berkomitmen dalam memberi ruang
dan pelayanan Kalbar untuk melindungi anak dan mengurangi tingkat kekerasan
terhadap perempuan.
“Disisi lain, pendidikan di Kalbar masih rendah tetapi komitmen
untuk anak Indonesia khususnya di Kalbar terus kami lakukan,” katanya.
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kalbar, Natalia
Karyawati mengaku jika dua penghargaan ini membuktikan dukungan pemerintah terhadap
KPAD Kalbar yang selama ini selalu bekerjasama dalam mengurangi tingkat
kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Artinya pemerintah terus memberikan dukungan terhadap KPAD
Kalbar terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain juga tentu
motivasi untuk terus bergerak agar kasus kekerasan semakin berkurang,” kata
Natalia.
Sementara Ketua KPAD Kalbar, Eka Nurhayati menjelaskan jika
dua penghargaan yang diberikan KPAI Pusat pertama karena dukungan yang diberikan
Pemprov Kalbar terhadap KPAD Kalbar atas penanganan kasus terutama
didaerah-daerah dengan jangkauan yang sulit selain juga penghargaan terhadap
KPAID Kalbar itu sendiri.
“Bahwa dukungan Pemprov Kalbar dalam penanganan kasus yang
dilakukan KPAD Kalbar diapresiasi oleh KPAI Pusat sehingga penghargaan
diberikan,” tuturnya.
Ia menambahkan jika tahun lalu lalu Kalbar masuk nominasi
dan tahun ini berhasil meraih penghargaan dan dapat menjadi contoh
se-Indonesia.
“Alhamdulllah Kalbar menjadi percontohan bahkan se-Indonesia
menjadi rule model dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan
anak,” pungkasnya.
Penulis : Dina Wardoyo
Editor : Diko Eno






