Jelang Penutupan TMMD ke-108 Ketapang, Orang Tua Asuh Merasa Kehilangan Prajurit Setia

Editor : Diko Eno
Jelang Penutupan TMMD ke-108 Ketapang, Orang Tua Asuh Merasa Kehilangan Prajurit Setia
Ketapang (Suara Kalbar)- Program TMMD Reguler Ke-108 Tahun 2020, Kodim 1203/ketapang yang berlangsung di desa Beringin Raya Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang, tak terasa sebentar lagi akan berakhir,Selasa (28/7/20).

Banyak kisah yang dialami Para Anggota Satgas TMMD Reguler Ke-108, Kodim 1203/ketapang selama berada di Desa Beringin Rayo, apalagi selama pelaksanaan TMMD mereka tinggal disejumlah rumah warga yang memang sudah ditunjuk oleh pihak Desa sebagai keluarga asuh bagi Satgas TMMD Reguler Ke-108, Kodim 1203/ketapang.

Selama bertugas di Desa Beringin Rayo, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler Ke-108, Kodim 1203/ketapang, selalu berusaha menjaga dan menjunjung tinggi etika  dalam bergaul dan norma-norma agama, maupun adat istiadat/ kebiasaan setempat. 

Tentunya hal ini menjadi perekat hubungan antara Satgas TMMD Reguler Ke-108, Kodim 1203/ketapang dengan warga setempat, keakraban yang selama ini terjalin penuh dengan rasa kekeluargaan saat bercengkerama dengan para orang tua asuhnya “sulit rasanya untuk meninggalkan orang tua asuh apalagi mereka sebagai orang tua sendiri, hanya saja seusai kegiatan TMMD ini, banyak tugas yang menunggu yang harus kami selesaikan,” ujar Serda Muhammad Nur salah satu Satgas TMMD Reguler Ke-108, Kodim 1203/ketapang.

Hal ini disampaikan Serda Muhammad Nur, saat berpamitan kepada orang tua asuhnya, ia mewakili rekan-rekan lainya, mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya atas dukungan, sambutan yang harmonis serta kerjasama yang baik , selain itu kami mohon maaf kalu ada kata dan perbuatan kami yang tidak sesuai dengan adat istiadat, semoga hasil dari TMMD akan menjadi kenangan dan saksi bahwa TNI selalu dekat untu Rakyat,”kata Serda Muhammad Nur. 

Orang tua asli dari Muhammad Nur Pak Saprol warga Dusun Kumpai Panjang Desa Beringin Rayo berpesan, saya sebagai orang tua asuh tapi kalian sudah menganggap saya sebagai orang tua sendiri,kami merasa kehilangan sesuatu yang berharga,  Janganlah kalian melupakan kami dan kalau ada waktu main-main lah kemari dan saya pun kalau ada waktu akan jalan-jalan ke asrama kalian,  Saya berharap hubungan silaturahmi kita jangan terputus,”ucapnya.

“Sebagai manusia tidak pernah luput dari salah ,lupa dan khilaf, baik tutur kata, maupun prilaku kami selama kalian dirumah ini, untuk itu Bapak dan keluarga minta maaf, Sebaliknya juga kalau kalian ada salah sama Bapak dan keluarga, Jauh hari Sudah kami maafkan,” tutupnya.



 Pendim 1203
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini