Hari Anak Nasional, Karolin: Anak Putus Sekolah Jadi PR

Editor : Diko Eno
Bupati Landak,Karolin Margret Natasa.
Landak (Suara Kalbar)- Perayaan hari anak nasional selalu dijadikan momentum bagi anak Indonesia dan juga bagi  masyarakat kabupaten Landak untuk  bersama- sama merefleksi kembali bagaimana perlakuan yang tepat terhadap anak-anak.

Dalam memperingati hari anak nasional tahun ini, Bupati Landak menyampaikan bahwa hal yang paling penting menjadi perhatian bersama yaitu bagaimana menciptakan program-program yang bisa membuat anak Indonesia menjadi berkualitas, anak yang sehat dan memiliki semangat untuk maju.

"Dalam momentum hari anak nasional, saya mengucapkan hari anak, dengan perayaan hari anak ini mari kita jadikan semangat untuk menjadi anak-anak Indonesia yang berkualitas, anak Indonesia yang sehat, anak Indonesia yang punya cita-cita dan semangat untuk maju dan bersaing," kata Karolin saat menghadiri acara peringatan Hari Anak Nasional di Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kamis (23/07/20).

Karolin mengatakan saat ini yang masih menjadi isu utama berkaitan dengan permasalahan yang dialami oleh anak-anak Indonesia khususnya di Kabupaten Landak adalah mulai dari pemenuhan hak-hak anak mulai dari pendidikan hingga kasih sayang dari orang tua, terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini yang berdampak pada dunia pendidikan anak.

"Masih banyak anak-anak yang putus sekolah, kemudian memiliki akses terbatas terhadap pendidikan sehingga masih menjadi PR bagi kita bersama bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dalam situasi tidak sekolah ini mudah-mudahan anak kita tetap melakukan pembelajaran baik melalui daring maupun luring," terang Karolin.

Selain itu, masalah kekerasan terhadap anak juga masih menjadi perhatian serius dari pemerintah, bahkan di Kabupaten Landak sendiri kasus kekerasan terhadap anak juga masih saja terjadi.

"Ini saya temukan sendiri di Kabupaten Landak diam-diam kekerasan terhadap anak cukup tinggi. Setiap bulan ada laporan dari Polres itu yang sampai ke polisi, ada yang mungkin tidak sampai ke aparat hukum, ada yang dihukum adat. Mungkin ada yang belum terinventalisir," jelasnya.

Menyikapi berbagai permasalahan  yang masih dialami oleh anak, Bupati Landak meminta semua pihak mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga orang tua untuk bisa mengawasi keadaan anak. Apabila menemukan kasus kekerasan terhadap anak agar bisa segera melapor kepada pihak terkait.

"Harap mengamati dan melaporkan jika ada terjadi kekerasan terhadap anak.Kadang-kadang terjadi didalam rumah dianggap sebagai urusan domestik, Kita jangan menganggap itu urusan internal keluarga kalau itu menyangkut kekerasan. Mohon bersama-sama mencermati warganya. Jangan anggap remeh," ungkapnya.

Dalam perayaan Hari Anak Nasional di Kabupaten Landak, Bupati Landak memberikan bantuan kepada masyarakat yakni untuk para lansia, anak muda dan anak-anak dalam masa Pandemi COVID-19.



Penulis : Mc
Editor    : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini