|

Fraksi PDIP Mempawah Ajukan Raperda Layang-Layang, Ahmadi: Demi Kebaikan Kita Bersama

Teks foto. Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Mempawah, Ahmadi
Mempawah (Suara Kalbar) - Keluhan masyarakat akan bahaya permainan layang-layang karena telah menimbulkan korban jiwa, dijawab Fraksi PDI Perjuangan DPRD Mempawah dengan mengajukan Raperda Inisiatif tentang Layang-Layang.

Pengajuan Raperda Layang-Layang ini masuk dalam Program Pembentukan Perda (Propemperda) Kabupaten Mempawah Tahun 2020. Dan kemarin, Kamis (09/07/2020), telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara DPRD dan Pemkab Mempawah terkait 30 raperda dalam sidang paripurna di DPRD.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Mempawah, Ahmadi, mengatakan, langkah pengajuan raperda inisiatif ini merupakan jawaban atas banyaknya aspirasi dan keluhan masyarakat terkait permainan layang-layang yang dinilai sudah tak terkendali, sehingga dampaknya justru merugikan masyarakat.

Ia mengatakan, permainan layang-layang selama ini telah memakan korban jiwa, seperti kasus meninggal dunia di Semparong Paret Raden, Kecamatan Sungai Kunyit. Dan terbaru adalah korban kecelakaan lalu lintas akibat tali layang-layang di Kelurahan Sungai Pinyuh dan Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh.

“Kita tidak melarang masyarakat atau komunitas layang-layang untuk menyalurkan hobinya. Yang perlu diatur adalah sistematika bermain layang-layang agar tak merugikan orang lain. Maka perlu payung hukum daerah untuk mengaturnya. Ini demi kebaikan kita bersama,” ungkap Ahmadi.

Dalam kasus kecelakaan akibat layang-layang, misalnya menggunakan tali kawat, gerinda, atau gelasan, petugas kepolisian ataupun Satpol PP tidak bisa melakukan penindakan lebih jauh karena tidak adanya payung hukum.

Dengan adanya Perda tentang Layang-Layang ini, tambah Ahmadi, ke depan ia berharap tak ada lagi kasus yang merugikan dalam bentuk apapun.

“Tentunya, dengan penegakan hukum yang efektif dari perda tersebut nantinya. Jadi kami mohon dukungan masyarakat agar Raperda tentang Layang-Layang ini dapat diwujudkan tahun ini juga,” imbuh dia.

Terkait penyusunan raperda ini, Ahmadi mengatakan, pihaknya akan melaksanakan studi banding ke beberapa daerah yang telah memiliki perda yang mengatur permainan layang-layang. Misalnya aturan agar tidak bermain layang-layang di sembarang tempat, aturan penggunaan jenis tali layangan dan tidak boleh mempergunakan kawat/gelasan, tidak dijadikan ajang taruhan atau perjudian.

“Selain menggelar studi banding, kami di DPRD Mempawah juga akan turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Kemudian, berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum dan pakar hukum dalam upaya penyempurnaan penyusunan perda,” tutupnya.

Penulis : Dian Sastra
Editor   : Dina Wardoyo
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini