|

Empat Warga Mempawah Positif Covid-19, Masih 13 Orang Menunggu Hasil

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mempawah, Mukhtar Siagian.[Ist]
Mempawah (Suara Kalbar)-Empat warga Kabupaten Mempawah dinyatakan positif Covid-19 setelah sebelumnya menunjukkan hasil reaktif saat digelar rapid tes massal dengan metode random sampling.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mempawah, Mukhtar Siagian, mengungkapkan, ada 17 orang yang terdeteksi awal ketika Gugus Tugas Mempawah menggelar rapid test massal.

Saat rapid test, mereka menunjukkan hasil reaktif. Ke-17 warga ini lantas dibawa ke puskesmas untuk diambil sampel swab dan diminta melakukan isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil laboratorium.

“Dan hari ini, Gubernur Kalbar sudah mengumumkan bahwa dari ke-17 orang tersebut, ada empat orang tanpa gejala (OTG) yang positif Covid-19. Sementara sisanya 13 orang, masih kita tunggu hasil pemeriksaan lab-nya,” jelas Mukhtar Siagian.

Keempat warga yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut terdiri atas tiga orang perempuan dan satu laki-laki. Muhktar menduga, keempat OTG ini merupakan cluster baru, namun tidak memiliki hubungan kekeluarga.

Mereka berinisial K, usia 11 tahun, berjenis kelamin perempuan, warga Mempawah Timur. Kedua, SK, usia 45 tahun, jenis kelamin laki-laki, warga Mempawah Hilir. Ketiga, berinisial M, usia 23 tahun, jenis kelamin perempuan, warga Sungai Pinyuh. Dan keempat, berinisial S, usia 51 tahun, jenis kelamin perempuan, warga Mempawah Timur.

“Untuk pasien berinisial K, tidak diketahui riwayat perjalanannya. Namun ia di-rapid test saat mau pulang ke luar Kalbar. Sedangkan SK diketahui bekerja di Kabupaten Landak. Untuk inisial M, diketahui punya riwayat perjalanan ke Singkawang, sedangkan S riwayat perjalanannya ke Pontianak,” beber Mukhtar lagi.

Terkait dengan hasil positif ini, maka Gugus Tugas Kabupaten Mempawah telah berkoordinasi dengan Tim Cepat Tanggap Puskesmas Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Pinyuh untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan menggelar rapid test terhadap pihak keluarga yang kontak langsung dengan mereka.



Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini