Efek Pandemi Covid-19,Bank Kalbar Laksanakan Program Relaksasi Kepada Pelaku Usaha

Editor : Diko Eno
enyerahan cinderamata dari Bank Kalbar kepada salah satu mitra kerjanya yang mendapatkan relaksasi yakni Warung Kopi Winny.
Pontianak ( Suara Kalbar ) - Salah satu dampak dari tersebarnya virus Covid-19 di Kalbar adalah penurunan perekonomian yang dirasakan para pelaku usaha di Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan kali ini Bank Kalbar hadir dengan mengeluarkan program relaksasi bagi para pelaku usaha yang bekerjasama dengan Bank Kalbar.

"Untuk program relaksasi yang salah satu program pemerintah kami sangat mendukung program tersebut, memang semenjak awal covid sampai saat ini kita dukung program tersebut," ucap Yuniarto selaku Kepala Bidang Humas Bank Kalbar, Jum'at (24/7/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan data sampai tanggal 23 Juli tahun 2020 jumlah debitur ada 564.

"Sampai dengan pertanggal 23 Juli 2020 untuk jumlah debitur ada 564 debitur dengan nominal 331 Milliar, ini sudah mulai sekitar bulan April sampai hari ini," terangnya.

Ia berterimakasih kepada dukungan kepada semua pihak,terutama pihak Otoritas Keuangan Jasa (OJK) sehingga mendapatkan peningkatan yang luar biasa.

"Kami dari Bank Kalbar berterimakasih atas kerjasama dan dukungan dari semua pihak terutama pihak OJK yang banyak mensupport dan membimbing kami sehingga penerapan relaksasi ini sesuai dengan yang diharapkan. Ini peningkatan yang luar biasa,kami tetap menyemangati nasabah kami untuk tetap menggunakan program Bank Kalbar," bebernya.

Selanjutnya, Bank Kalbar pada dasarnya memberikan relaksasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para debitur.

"Pada dasarnya relaksasi ini kita berikan dengan kebutuhan masing-masing debitur ,pada intinya tujuannya untuk menyelamatkan usaha debitur sekaligus menyelamatkan kreditnya," jelas Teguh Doto Setiadi sebagai Kepala Unit Usaha Mikro Bank Kalbar.

Teguh menuturkan, semua pelaku usaha yang terkena dampak Covid-19 dapat bekerjasama dengan Bank Kalbar . Salah satu contoh relaksasi yang diberikan oleh Bank Kalbar yakni penundaan pembayaran bunga dan pokok.

"Jadi bentuk salah satu contoh seperti relaksasi penundaan untuk pembayaran bunga dan pokok selama jangka waktu tertentu misalnya 6 bulan,5 bulan,4 bulan sesuai dengan kebutuhan nasabah," ungkap Doto.

Salah satu mitra Bank Kalbar yang mendapatkan program relaksasi dari Bank Kalbar ia mendapat penundaan pembayaran.

"Kalau saya penundaan pembayaran, jadi selama 6 bulan pokok nggak dibayar bunga pun nggak dibayar,jadi setelah 6 bulan dikaji kembali apakah sudah lancar,kalau sudah lancar kembali lagi pembayaran seperti biasa," tutur Hery pemilik usaha warung kopi Winny.


Penulis : Yapi Ramadhan
Editor   : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini