Dinkes Kalbar Lakukan Swab di Sekolah, Guru Ada yang Ketakutan

Editor : Diko Eno
Pontianak (Suara Kalbar) - Saat ini Pemprov sedang berupaya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terhadap pelajar sekolah. Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Jalan Gusti Johan Idrus, Akcaya, Pontianak Selatan,  Kota Pontianak.

Syarat dimulai nya pembelajaran tatap muka disekolah yakni seluruh guru wajib melakukan Swab guna melihat apakah tenaga pengajar ini terpapar Covid-19 atau tidak.

Salah satu guru SMAN 1 Pontianak, Untung Surya mengatakan, pada awalnya ia merasakan ketakutan ketika hendak melakukan Swab.

"Untuk proses Swab nya ini saya merasakan pertama semacam ketakutan karena melihat tontonan di media yang menyeramkan sekali kondisi Swab," kata Untung kepada suarakalbar.co.id , Kamis (23/7/2020).

Ia menjelaskan, ketika sudah melaksanakan Swab Test rasanya sama sekali tidak menyeramkan seperti yang ia bayangkan sebelumnya.

"Setelah kita mengalami tidak juga sakitnya seperti itu,karena yang kita alami itu hanya masuknya barang itu hanya menyesuaikan saja dan waktunya tidak terlalu lama jadi bukan masalah besar bagi kami," ucapnya.

Guru mata pelajaran Agama Islam ini mengungkapkan,proses pertama sebelum melakukan Swab yakni pihak Dinkes Provinsi Kalbar meminta identitas para guru terlebih dahulu dan setelah itu baru dilakukan Swab .

"Pertama kita diminta untuk identitas,setelah didata identitas kemudian kita dilakukan semacam suatu benda didalam lubang hidung termasuk didalam tenggorokan," terangnya.

Ia berharap secepatnya pembelajaran tatap muka disekolah cepat terlaksana. Karena selama ini banyak dilakukannya penyesuaian-penyesuaian selama pembelajaran model daring.

"Saya berharap sekali pembelajaran tatap muka berjalan stabil. Kita berharap sih pemerintah kalau memandang kondisi sudah stabil dan suasana kesehatan di Kalbar sudah kondusif secepatnya lebih baik," harapnya.

Mengenai hal ini,Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak membenarkan ada 101 guru dan juga tenaga kerja tata usaha yang melakukan Swab Test.

"Sman 1 Pontianak sendiri itu untuk warga sekolah guru dan tenaga TU itu jumlahnya ada 101 orang. Nah hari ini dilakukan Swab berkaitan dengan rencana pembukaan sekolah," kata Dwi Agustina.

Dwi Agustina untuk pembelajaran tatap muka rencananya akan dimulai 1 Agustus tahun 2020.

"Seperti yang disampaikan kepada kami oleh Dinas Pendidikan mungkin nanti sekitar Agustus makanya perlu dilakukan Swab untuk guru dan tenaga pendukung disekolah," ucapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatkannya dari surat Dinas Pendidikan Swab test juga akan dilakukan ke siswa.

"Berdasarkan informasi yang ada surat dari Dinas Pendidikan kemarin juga ke siswa tetapi untuk jadwal pelaksanaannya kita memang belum diinformasikan," pungkasnya.


Penulis  : Yapi Ramadhan
Editor     : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini