Dewan Masjid Mempawah Bolehkan Salat Idul Adha dan Potong Kurban

Editor : Suhendra Yusri
Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mempawah, Ustaz Muhammad Solihin
Mempawah (Suara Kalbar)- Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mempawah, Ustaz Muhammad Solihin, mengatakan, seluruh masjid dan surau diperbolehkan melaksanakan salat Idul Adha 1441 H yang jatuh pada Jumat (31/7/2020).

“Dari data yang kita terima, hanya Muhammadiyah yang meniadakan salat Idul Adha di lapangan, begitu juga Masjid Al-furqan. Peniadaan tersebut berdasarkan surat edaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mempawah,” ujar Ustaz Muhammad Solihin.
Sementara pengurus masjid dan surau lainnya, kata dia, tetap akan melaksanakan Salat Idul Adha dengan catatan menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Selaku pengurus dewan masjid, kami mempersilakan masyarakat muslim untuk melaksanakan salat Idul Adha. Apalagi sekarang sudah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru. Asalkan, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Ustaz Solihin lagi.

Misalnya dengan mengenakan masker, menjaga physical distancing, membawa hand sanitizer untuk mencuci tangan, membawa sajadah dari rumah dan dalam kondisi sehat. Jika jemaah sedang menderita sakit, salat Idul Adha sebaiknya dilaksanakan di rumah saja.

Begitu pula dengan pengurus masjid ataupun surau. DMI Mempawah mengimbau agar menyediakan sarana cuci tangan di jalur masuk masjid/surau, menyemprot bagian dalam masjid dengan desinfektan, menjaga kebersihan tempat wudhu dan seluruh lingkungan masjid atau surau.

“Jika protokol kesehatan kita terapkan dengan disiplin, Insya Allah tidak akan mengurangi makna dan nilai ibadah salat Idul Adha itu sendiri. Di satu sisi, kita patuh pada pemerintah untuk menjaga keselamatan umat yang menunaikan salat Idul Adha ini,” jelasnya.

Terkait dengan pemotongan hewan kurban, DMI Kabupaten Mempawah juga memperbolehkan, asalkan dalam tahapan pelaksanaannya harus merujuk pada Fatwa MUI dan Surat Edaran Menteri Agama RI.

“Mulai dari proses pemotongan, pengulitan, pencacahan, pengemasan dan pendistibusian kepada mustahik hendaknya selalu memperhatikan protokol kesehatan,” imbuh ustaz Solihin.

Penulis : Dian Sastra
Editor  : Hendra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini