Bukan Cuma Obat, Olahraga Juga Butuh Dosis yang Tepat Supaya Bermanfaat

Editor : Diko Eno
ilustrasi olahraga. (Shutterstock)
Suara Kalbar - Setiap kali melakukan olahraga, kita pasti mengharapkan tubuh menjadi lebih sehat. Namun olahraga bukan sekadar menggerakan badan dan berkeringat.

Dokter spesialis olahraga dr. Andhika Raspati, SpKO mengatakan bahwa hal penting yang harus diperhatikan agar olahraga memberikan efek sehat bagi tubuh adalah menentukan dosis latihan.
"Kalau misal olahraga latihan fisik yang baik untuk sehat, ingat dosisnya. Bicara latihan fisik yang bagus memang harus terdosis. Anologi seperti makan obat. Dokter kan pasti memberikan resep detail berapa kali sehari, sesudah atau sebelum makan. Begitu juga latihan fisik ada takarannya," kata Andhika saat siaran langsung bersama Stimuno, Minggu (12/7/2020).

Dosis pertama yang harus diperhatikan, katanya, yakni frekuensi latihan. Ia menyampaikan, olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin beberapa hari dalam seminggu.

Menurut Andhika, dokter biasanya merekomendasikan olahraga dilakukan senanyak 3-5 kali seminggu. Kemudian dosis kedua mengenai intensitas olahraga.
ilustrasi olahraga. (Shutterstock)
"Seberapa berat latihan kita, seberapa ngos-ngosan kita. Jika harapannya untuk mengejar imun jadi bagus (olahraga) santai aja," ujarnya.

Kemudian, dosis terakhir merupakan durasi olahraga yang dilakukan dalam satu hari. Ia menyarankan, dalam satu minggu sebaiknya melakukan olahraga selama 150 menit dan dibagi dalam beberapa hari.

"Kalau mau dibagi misal jadi lima hari, berarti 150 dibagi lima. Jadi satu kali cukup 30 menit dalam lima hari," ucapnya.

Menurut Andhika, durasi olahraga yang ideal dibagi menjadi anyara 3-5 hati dalam seminggu. Tujuannya agar intensitas olahraga per harinya menjadi tidak terlalu lama dan tubuh juga punya lebih banyak waktu untuk melakukan pemulihan.



Sumber : Suara.com
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini