Antrian Gas Melon, Warga Nusapati Rela Tinggalkan Rumah Sejak Pagi

Editor : Diko Eno
Antrian tabung kosong gas melon di pangkalan Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalba)-Perubahan kebijakan distribusi gas elpiji bersubsidi yang diterapkan PT. Pertamina, belum sepenuhnya dipahami masyarakat, khususnya di Kabupaten Mempawah.

Meski telah disarankan agar warung, toko dan pengecer segera mengurus ijin pangkalan di Dinas Perindagnaker Kabupaten Mempawah, tetap saja berdampak pada antrian gas melon yang terjadi di mana-mana.

Misalnya saja tadi pagi, Sabtu (25/07/2020), di pangkalan gas Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh. Banyak ibu rumahtangga yang mengaku rela antri membeli gas melon sejak pagi agar bisa tetap memasak.

“Saya sejak pagi sudah di pangkalan gas ini. Saya pesan sama suami agar jangan kemana-mana, jaga rumah, jaga anak-anak. Saya turun dari rumah jam 7 pagi agar dapat membeli tabung gas melon ini,” jelas Ina kepada suarakalbar.co.id.

Ia mengaku tak punya cukup uang untuk membeli gas ukuran 5,5 kilogram ataupun yang 12 kilogram. Masalahnya, tambah dia, rata-rata ibu rumahtangga tidak memiliki tabung gas ukuran besar itu.

“Kalo dipaksakan dengan cara menghemat, mungkin mampu membeli gas elpiji ukuran besar. Tapi kami tak memiliki tabung gasnya. Kalo tak salah, tabung gas ukuran 5,5 kilogram saja harganya bisa mencapai Rp 350 ribu. Apalagi mau membeli tabung gas yang seberat 12 kilogram. Mana kami ada uang,” ujarnya lesu.

Sedangkan gas melon, tambahya, semua rumah pasti memiliki tabung gasnya. Jadi tabung gas kosong cukup ditukar di pangkalan, bisa membawa pulang tabung gas yang telah berisi elpiji.

Sementara itu, antrian juga terjadi di pangkalan gas melon di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur. Ruslan, pensiunan guru SMPN 1 Mempawah, melihat antrian cukup panjang para ibu rumahtangga untuk membeli gas.

“Antrian tak sampai 15 menit, ludes semua gas melon dibeli warga. Mau diapakan lagi. Gas harus dibeli agar warga bisa tetap memasak,” pungkas Ruslan.

Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini