Amankah Radiator Diisi Air Mineral?
![]() |
| engisi coolant pada radiator. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]. |
Suara Kalbar – Mengisi radioator dengan air mineral adalah praktik yang sering dilakukan, tetapi apakah itu aman untuk mobil? Ataukah radiator hanya bisa diisi dengan cairan pendingin atau coolant?
Mengutip Deltalube, sebaiknya
tetap menggunakan cairan coolant ketika mengisi ke tabung reservoir
radiator. Sebab cairan coolant memiliki titik didih lebih tinggi
daripada air mineral.
Bisa beli yang kemasan liter dan disimpan
di mobil. Jika sewaktu-waktu air radiator berkurang, maka cairan
coolant bisa digunakan.
Tapi jika kondisinya terpaksa karena
persediaan cairan coolant habis, maka bisa diisi dengan air mineral
dengan kemasan botol daripada air keran di rumah. Setelah ketemu bengkel
terdekat bisa langsung diganti. Jadi pengisian radiator menggunakan air
mineral sifatnya sementara dan darurat.
Sisi negatifnya, air mineral lebih cepat
menguap dan memiliki sifat korosif. Dalam jangka waktu lama, bisa saja
menimbulkan karat dan dapat menyebabkan overheat karena air kotor dan
sirkulasi terhambat.
Hal itu karena air minum kemasan dan air
keran punya kandungan zat besi, mangan dan kapur, membuat saluran air
berkerak dan akhirnya tersumbat.
Sementara itu, untuk mengisi radiator
juga disarankan selalu menggunakan coolant dari merek yang sama. Karena
komposisi dari tiap merek coolant bisa berbeda, sehingga bisa membuat
saluran tersumbat akibat penimbunan kotoran atau kerak.
Sumber : Suara.com






