SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News 11 Perusahaan Masuk Daftar Hitam AS Terkait Perlakuan China atas Uighur

11 Perusahaan Masuk Daftar Hitam AS Terkait Perlakuan China atas Uighur

Polisi
China berjaga di dekat bazar internasional di Urumqi, Wilayah Otonomi
Xinjiang Uighur, 29 Juni 2013. (Foto: Kyodo via Reuters)

Suara Kalbar– Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS), Senin (20/7),
menambahkan 11 perusahaan China ke dalam daftar hitam ekonomi. Sebelas
perusahaan itu dianggap terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia
(HAM) terkait perlakuan China terhadap warga Uighur di Xinjiang.

Departemen itu menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut melibatkan
kerja paksa bagi warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya.
Banyak perusahaan tekstil termasuk di dalamnya dan juga dua perusahaan
yang menurut pemerintah sedang melakukan analisis genetik untuk
meningkatkan tindakan represif terhadap kaum Uighur dan minoritas Muslim
lainnya.

Perusahaan yang masuk daftar hitam itu tidak dapat membeli komponen
dari perusahaan milik Amerika tanpa persetujuan pemerintah AS.

Ini merupakan kelompok ketiga dari perusahaan dan institusi China
yang ditambahkan dalam daftar hitam AS, setelah dua putaran di mana
pemerintahan Trump mengutip 37 entitas yang diduga terlibat dalam
penindasan di Xinjiang, wilayah barat China.

“Beijing secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa sekaligus
skema analisis dan pengumpulan DNA yang tercela untuk menekan warganya,”
kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan.

 

Kedutaan Besar China di Washington menolak memberi komentar.

Sumber : VOA Indonesia

Komentar
Bagikan:

Iklan