Viral, Operator Air Mancur Taman Digulis Meninggal Dunia Saat Bekerja
![]() |
| Viral, Operator Air Mancur Taman Digulis Meninggal Dunia Saat Bekerja.[Ist] |
Pontianak ( Suara Kalbar ) -Operator air mancur taman Digulis Untan,Farhen (45) meninggal dunia dalam posisi telungkup sekitar pukul 14.00 wib. Korban kemudian langsung di larikan ke RS untan untuk dilakukan penyelidikan, Jumat (12/6/2020).
Wali Kota Pontianak,Edi Rusdi Kamtono langsung menyambangi RS Untan untuk melihat kondisi secara langsung. “Operator air mancur yang sudah bekerja sejak air mancur pertama kali di operasionalkan tadi siang terjadi kecelakaan kerja dalam posisi tertelungkup didalam air mancur,” ujar Edi.
Edi mengatakan di RS Untan dilakukan otopsi luar untuk melihat penyebabnya. Dokter mengatakan bahwa sementara ini hanya ditemukan luka lecet.
“Tentu hak-haknya akan kita penuhi ,kita asuransi kan,nanti akan diurus Pemkot, pengurusan sampe ke pemakaman, biar pun dia hanya tenaga harian kontrak tetapi ia adalah pegawai pemkot maka akan kita penuhi haknya sampai tuntas,” terang Edi Kamtono.
Edi katakan, menurut keterangan dari rekan kerjanya, sebelum melakukan pengecekan air mancur tersebut, diketahui sudah dimatikan listriknya dan air serta pompanya tidak menyala.
Sementara itu, kakak kandung korban , Zulfri (55) mengatakan bahwa sang adik merupakan anak ke 4 dari 8 bersaudara dan juga almarhum tidak memiliki riwayat penyakit sama sekali.
“Tidak ada riwayat penyakit,paling demam. Tidak ada penyakit seperti paru-paru, tidak ada penyakit ayan,” ujarnya kepada wartawan di RS Untan.
Zulfri mengatakan bahwa ia dan pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian sang adik. Ia mengungkapkan bahwa setelah mayat almarhum selesai diurus maka pihak keluarga akan langsung membawa pulang ke rumah.
“Saya wakil dari keluarga mengikhlaskan kepergian adik kandung saya. Alhamdulillah walikota mengurus semua. saya mohon kepada beliau mudah-mudahan diurus dengan benar. Karena adik kami termasuk orang tidak mampu,rumah pun tak punya,” lanjut Zulfri.
Kapolresta Pontianak melalui Kapolsek Pontianak selatan juga menuturkan, bahwa saat ini tidak ditemukan indikasi korban tersengat listrik.
“Setelah diserahkan kerumah sakit Untan, pihak rumah sakit menyampaikan bahaa hasil visum luar tidak ditemukan sengatan listrik,hanya ada luka disisi pinggul,luka goresan mungkin korban rerjatuh terpeleset sehingga meninggal,” bebernya.
Namun sampai saat ini belum dapat dipastikan penyebab kematian korban. Langkah selanjutnya pihak keluarga memohon untuk tidak melakukan otopsi dan akan segera membawa pulang jenazah kerumah unrum segera dimakamkan.
Penulis : Yapi Ramadhan
Editor : Dina Wardoyo






