Update Covid-19 di Kalbar, 15 Orang Dinyatakan Sembuh

Editor : Eno

Kepala  Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Horisson.
Pontianak (Suara Kalbar) - Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Horisson menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 yang ada di Kalimantan Barat.

Berdasarkan data ,sampai 5 Juni 2020,  Ada 3 orang kasus konfirmasi Covid-19 yang baru. Pasien pertama adalah petugas kesehatan dari program Nusantara Sehat yang ditempatkan di salah satu Puskesmas di Sambas, dua pasien berikutnya di Pontianak.

Hingga hari ini ada 15 pasien kasus konfirmasi Covid-19 yang dinyatakan sembuh setelah mengikuti anjuran pemerintah untuk mengisolasi diri.

Selanjutnya, Horisson memberikan kabar baik ,yakni ada 15 orang yang dinyatakan sembuh 11 orang di kota Pontianak, 2 orang di Kabupaten Ketapang yang merupakan jema'ah tabligh dari Kuala Lumpur,kemudian 2 orang dari Kubu Raya.

" Dengan demikian di Kalbar hari ini tanggal 5 Juni tahun 2020 terdapat 205 kasus konfirmasi Covid-19, 109 kasus konfirmasi yang dinyatakan sembuh , dan 4 orang meninggal," ujar Harisson kepada suarakalbar.co.id,Jumat (05/06/2020).

Harisson mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kalbar sudah melakukan 46.392 Rapid Test,dimana 44.469 non reaktif dan 1.923 dinyatakan reaktif atau sekitar 4,1% dari seluruh yang dilakukan Rapid Test.

"Setelah kita lakukan test PCR dari 1.923 itu masih ada 1.120 yang masih reaktif. Tetapi kita masih menunggu hasil PCR nya,jadi bisa saja nanti terkurangi karena hasil dari PCR nya," jelasnya.

Selanjut nya Kadinkes Kalbar ini menjelaskan tentang kondisi sisa pasien konfirmasi Covid-19 yang berada di Upelkes. Disana tersedia 40 kamar dan mereka ditempatkan di tiap kamar hanya 1 orang pasien dikarenakan jumlah pasien yang berada disana hanya 36 orang .

"Nah itu kita benar-benar diminta oleh bapak Gubernur untuk memperhatikan asupan gizinya ,nanti setiap dua hari sekali ada dokter dan perawat yang memeriksa kesehatannya disitu. Kemudian untuk yg konfirmasi , setelah dua minggu pertama dia di isolasi dia kta ambil swab nya,kalau nanti hasilnya masih positif minggu depannya kita periksa lagi. Jadi periksanya dua minggu setelah isolasi," terangnya.

Dinkes juga turut memperhatikan psikologis agar mereka tidak tertekan . Mereka juga melakukan aktivitas seperti senam pagi dan pertemuan sesama pasien tapi tetap dengan berjaga jarak guna saling bertukar kisah dan bersenda gurau selama di isolasi.

"Nah kita siapkan satu petugas motivator untuk memberikan motivasi kepada mereka," pungkasnya.


Penulis   : Yapi Ramadhan
Editor      : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini