|

Terduga Teroris ISIS Sungai Pinyuh Dipantau Polisi Sejak 2016

Ilustrasi Densus 88.[Net]
Mempawah (Suara Kalbar)-AR, warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, terduga teroris jaringan ISIS yang ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri dan Timsus Polda Kalimantan Barat, ternyata lama diintai polisi.

Informasi yang dihimpun suarakalbar.co.id, AR yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan depot air minum isi ulang di Sungai Pinyuh, diintai polisi sejak tahun 2016. Selama empat tahun terakhir, gerak-geriknya dalam pengawasan ketat petugas.

AR dikabarkan berpacaran online via media sosial dengan seorang wanita yang diduga adalah anggota jaringan ISIS. Sang wanita kerap mengirimkan uang kepada AR. Hanya saja belum terungkap untuk tujuan apa uang tersebut dikirim.
TProses penangkapan AR di Sungai Pinyuh yang diduga terlibat jaringan ISIS.
AR rupanya tak menyadari komunikasi intens dengan sang wanita anggota ISIS terpantau petugas kepolisian. Hingga penangkapannya tadi siang, identitas dan keberadaan wanita yang dipacarinya lewat medsos tersebut belum dapat diketahui.

Petugas kepolisian di Polda Kalbar ketika dikonfirmasi Tim Liputan Suara Kalbar, mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Sebab penangkapan tersangka AR merupakan wewenang sepenuhnya Tim Densus 88 Mabes Polri.

Seperti diberitakan, Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Timsus Polda Kalbar menangkap seorang terduga teroris berinsial AR (21), warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Jumat (05/06/2020) pukul 08.30 WIB.

AR ditangkap tim gabungan di tempat kerjanya, yakni salahsatu depot air minum isi ulang di Pasar Sungai Pinyuh. Setelah itu, puluhan petugas bersenjata lengkap menggeledah kediamannya di Gang Seroja RT. 001/RW. 004, Kelurahan Sungai Pinyuh.

Kehadiran petugas yang membawa AR dan melakukan penggeledahan kontan membuat heboh masyarakat Sungai Pinyuh. AR yang diduga terlihat dalam jaringan organisasi teroris ISIS tampak pucat saat digelandang petugas.

Saat penggeledahan, Tim Densus 88 Mabes Polri menemukan satu buah samurai panjang, dua buah pisau sangkur, satu buah belati, dua bungkus belerang, satu bungkus black powder, amunisi senjata api laras panjang, topi lambang ISIS, jaket loreng, HP Android, Tablet Phone, HP lipat dan satu box peralatan listrik (solder, baterai, kabel dan lain-lain).

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah dokumen-dokumen, yakni buku/lembaran buku berisi jihad, kartu tanda penduduk (KTP), paspor dan buku rekening bank atas nama tersangka. Tak lama, AR dibawa tim gabungan ke Mapolda Kalbar.




Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini