|

Sujiwo Undur Diri dari Wakil Bupati Kuburaya, Ini Pesannya ke Muda Mahendra


Sujiwo saat memberikan Keterangan Pers perihal Pengunduran diri sebagai Wakil Bupati Kuburaya
Pontianak (Suara Kalbar) - Kabar mengejutkan datang dari Wakil Bupati Kuburaya, Sujiwo.

Orang nomor dua di Kabupaten Kuburaya tersebut menegaskan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati KKR.
"Mekanisme dan sesuai UU, saya ajukan ke partai pengusung DPP Partai secara tertulis setelah disetujui partai dibawa ke Pleno baru dibawa ke Kementrian Dalam Negeri. Seperti itu mekanismenya," ungkap Jiwo, sapaan akrabnya di Kediaman Pribadinya, Sabtu (2/6/2020).

Didampingi ratusan simpatisan, Jiwo mengungkapkan kekecewaan atas Bupati Kuburaya Muda Mahendra dengan apa yang telah dilakukan bahkan sebelum pelantikan dilaksanakan terhadap dirinya.
"Sebenarnya sebelum pelantikan kami sudah dikhianati. Dan sikap saya tidak akan berubah. Saya tau diri seperti apa tupoksi Wakil Bupati seperti apa. Saya sudah mengambil keputusan dan saya mohon pesan saya kepada Pak Muda Tolong jangan musuhi orang-orang saya. Mereka juga berjuang juga untuk kita saat pemilihan dulu," paparnya.

Ia berpendapat bahwa jabatannya sebagai Wakil Bupati selama setahun ini tidak banyak memberi manfaat maka keputusan untuk mengundurkan diri adalah hal yang tepat.
"Saya ingat pesan Gusdur ketika jabatan tidak bisa jadi manfaat bagi daerah dan masyarakat maka lepaskan," tegasnya.

Menjabat sebagai Wakil Bupati semenjak dilantik pada 17 Februari 2019 itu diakui Jiwo merupakan jabatan yang sama sekali tidak memberikan manfaat kepada masyarakat Kuburaya.

Untuk itu ia meminta kepada Bupati dan Sekda Kuburaya untuk jujur atas apa yang telah dilakukan terhadap dirinya.
"Mohon Pak Bupati dan Sekda tolong jujur telah berbuat apa kepada saya. Jika tidak akan saya beberkan ke Kemendagri. Daripada saya bertahan tetapi tidak diberlakukan sebagai Wakil Bupati lebih baik saya berjuang lewat jalur lain," ujarnya.

Jiwo memohon kepada semua pihak untuk memahami atas apa yang telah ia putuskan.
"Saya menggelar keterangan pers agar tidak blunder dan yang menjadi korban masyarakat. Biar saya yang menjadi korban dan kesemena-menaan Bupati terhadap saya akan saya buktikan dan kepada Bupati jika saya ada keburukan sila diungkap. Bupati harus jujur atas apa yang terjadi," ujarnya.

Ketidakdilibatkannya Jiwo diakuinya  dalam pembahasan APBD sama sekali tidak pernah terlibat, disposisi termasuk pendelegasian serta intimidasi dan terakhir ditegaskan mantan Ketua DPRD Kuburaya ini ada pejabat bertemu, langsung dipindahkan oleh Bupati Muda Mahendra.
"Ini cara Tuhan menyelamatkan saya dan saya mohon Pak Muda untuk gentle berdiri berdua beragumentasi untuk menjelaskan. Saya sedih melepas ini tetapi saya bangga atas apa yang saya lakukan," tuturnya.


Ia menegaskan sikapnya tidak pernah berubah meski DPRD dan Gubernur melarang ia mengundurkan diri.
"Sikap saya tidak akan berubah dan kepada masyarakat jangan berbuat gaduh agar pembangunan di Kuburaya tetap berjalan," pungkasnya.


Penulis : Dina Wardoyo
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini