|

Polda Kalbar Tetapkan Dua Tersangka Pemalsuan Dokumen Covid-19

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Veris Septiansyah saat konferensi pers di Mapolda Kalbar terkait penetapan dua tersangka pemalsuan dokumen keberangkatan selama Pandemi Covid-19, Senin (8/6/2020).
Pontianak (Suara Kalbar) – Polda Kalbar menetapkan dua orang warga Pontianak sebagai tersangka atas penipuan dan pemalsuan dokumen persyaratan keberangkatan menuju Jakarta selama pandemi Covid-19 dengan jumlah korban mencapai 38 orang.

"Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalbar di pintu gerbang Bandara Supadio telah menemukan sejumlah 38 orang penumpang yang akan berangkat menuju Jakarta yang disinyalir menggunakan dokumen-dokumen palsu sebagai persyaratan yang digunakan oleh orang-orang tersebut," ujar , Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kalbar Kombes Pol Veris Septiansyah saat konferensi pers di Mapolda Kalbar, Senin (8/6/2020).

Kemudian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalbar, kata Veris Septiansyah, melakukan pemeriksaan rutin sehingga ditemukan kejanggalan-kejanggalan dokumen,  lalu menyerahkan kepada kepolisian untuk mengusut permasalahan pemalsuan data ini.

"Ada kurang lebih dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, baik yang turut serta maupun yang melakukan perbuatan pemalsuan tersebut," katanya.

Dirkrimum Polda Kalbar ini mengatakan bahwa tersangka melakukan aksinya dalam pemalsuan dokumen keberangkatan itu,  semuanya mengambil contoh dari internet dan para tersangka mengkondisikan surat tersebut agar mirip dengan surat keberangkatan yang asli.

Adapun beberapa barang bukti yang ditemukan Tim Gugus yakni 38 lembar surat palsu yang diambil tersangka dari internet dan dijual kepada korban seharga Rp100 ribu per lembarnya, kemudian Rp 24 ,200 juta sebagai uang yang dibayarkan oleh korban, satu lembar resi senilai Rp 25 juta sebagai pembayaran kepada pihak maskapai. "Dari dua tersangka yang sudah kita tetapkan dan kita lakukan penahanan," katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mentaati dan mengikuti prosedur yang sudah dibuat oleh pemerintah guna mengurangi ataupun memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Dengan kita betul-betul mengikuti aturan-aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah, sesuaikan dengan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga tidak ada lagi masyarakat yang berupaya untuk memanipulasi dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan dalam perjalanan," tegasnya .

Tersangka dijerat pasal 263 juncto 556 KUHP yakni tentang memalsukan surat yang dapat membuat kerugian dan dapat di pidana penjara paling lambat 6 tahun penjara.

Penulis : Yapi
Editor    : Hendra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini