|

PemudaMuhammadiyah : Kepedulian sesama diketuk untuk mencegah Terorisme

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalbar, Nurhadianto Pahmi 
Penangkapan terduga terorisme di Sungai Pinyuh Mempawah cukup mengejutkan kita semua, kepolisian dengan profesionalitas dandukungan teknologi mampu melacak indikasi perilaku yang dikategorikan sebagai tindakan-tindakan mengarah pada kelompok teroris. Kita semua bersepakat bahwa tindakan terorisme adalah musuh bersama.

Kejadian di Sungai Pinyuh Mempawah memberikan kita peringatan bahwa siapapun memiliki resiko dan bahkan mungkin menjadi target oleh jejaring terorisme dalam melakukan operasinya.

Menanggapi hal tersebut maka pada momen ini kita harus memasang sirine kewaspadaan minimal pada lingkungan keluarga. Saat Covid-19 kita memiliki panduan dan berbagai kebijakan agar terhindar virus bahaya tersebut, maka untuk virus terorisme juga harus memiliki panduan.

Panduan tersebut tidak harus dalam bentuk formal seperti aturan-aturan tentang pencegahan terorisme walaupun itu yang jadi landasan hokum bagi legal person. Pencegahan awal dapat di lakukan pada lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga. Masa covid19 dimaksimalkan untuk membangun komukasi keluarga  yang intensif.

Dengan komunikasi yang baik dan akrab akan menimbulkan keterbukaan berbagai permasalahan dan relasi yang telah dilakukan oleh anggota keluarga. Sehingga segala sesuatunya bisa di pantau, terutama akses media social pada anak atau saudara dilingkungan keluarga tersebut.

Kemudian memperkuat nilai keimanan dan ketaqwaan. Khususnya dalam Islam, bahwa seagala perbuatan yang dapatmerugikan, menyakiti, atau menghilangkan nyawa orang lain termasuk perbuatan dosa. Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan mengutuk keras perbuatan yang bathil seperti terorisme.

Poin penting yang sudah sangat genting untuk dilakukan adalah memperkokoh rasa kekeluargaan di lingkungan tempat tinggal, jangan sampai kita menjadi autissosial, yaitu rasa ketidak pedulian kepada tetangga atau orang-orang disekitar tempat  yang ditinggali.

Hal terakhir inilah yang menjadi perbuatan-perbuatan buruk tidak terdeteksi dengan baik.Bukan hanya terorisme, tapi tindak pidana lainnya juga terbiarkan akibat ketidak pedulian warga sekitar. Peran aktif dan kepedulian warga adalah kunci pemberantasan perilaku buruk yang ada di muka bumi ini. Hal ini juga perlu didukung oleh aparat Negara yang memiliki wewenang dalam memberantas kejahatan dan tindak kriminal.

Atas kejadian penangkapan terduga teroris di Sungai Pinyuh Mempawah tentu harus di apresiasi dan kita kawal bersama, kita harapkan pihak Densus 88 atau Kepolisian Republik Indonesia dapat mengusut jaringan teroris di Kalimantan Barat hingga keakar-akarnya.

Kita perlu juga membuka lembaran sejarah, Hatta pernahberkata “Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan”. Maksudnya dengan kejadian penangkapan terduga terorisme ini menjadi pertanda bagi masyarakat untuk melakukan gerakan bersama peduli warga sekitar agar berbagai aktivitas dapat terpantau untuk hal-hal yang positif. Bersama kita perangi terorisme.


Penulis : Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalbar, Nurhadianto Pahmi
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini