|

Pasca Lebaran Idul Fitri, Harga Daging Ayam di Pasar Rakyat Ngabang Tembus Rp 50 Ribu Per Kg

Pedagang Pasar Rakyat Ngabang sedang memotong daging ayam.[Suarakalbar/Fit]
Landak (Suara Kalbar) - Pasca Lebaran Idul Fitri 1441 H, harga pasaran daging ayam potong di Pasar Rakyat Ngabang terus mengalami  kenaikan yang cukup signifikan. Pada Senin (8/6/2020) harga daging ayam potong dipasaran mencapai 50 ribu/kg.

Salah satu pedagang daging ayam potong, Hamid menjelaskan kenaikan harga daging ayam sudah berlangsung selama seminggu. Dia menambahkan kenaikan harga daging ayam ini akibat mewabahnya virus Corona yang mengakibatkan kurangnya pasokan ayam yang didatangkan dari Pontianak.

"Memang ayamnya nda ada, kosong. Ayam inipun beratnya cuma satu kiloan, nda ada yang besar," katanya.

Akibat dari kanaikan harga daging ayam yang mencapai 50 ribu/kg, Hamid mengeluhkan sepinya pelanggan yang datang selama 3 hari belakangan.

"Sepinya kurang lebih sudah 2-3 hari, semenjak harga ayam ini naik," ucapnya.

Hamid menilai baru pada tahun ini harga ayam potong mengalami kenaikan hingga 50 ribu/kg dan akan terus mengalami kenaikan apabila tidak ada pasokan ayam yang masuk ke Pasar Rakyat Ngabang. Dia juga harus mengurangi jumlah dagangannya dari 60 ekor/hari menjadi 30 ekor/hari.

"Kalau hari-hari biasa sebelum ada virus (Corona), 50 sampai 60-an masih ada. Sekarang susah, paling 20 sampai 30-an," ungkapnya.

Dalam kondisi tersebut, Hamid terpaksa bertahan berjualan untuk menghidupi keluarganya karena tidak ada perkerjaan lain yang harus dilakukannya. Bahkan, sebagian pedagang daging ayam potong di Pasar Rakyat Ngabang sementara istirahat melakukan aktivitas berdagang.

"Ada yang nda dapat ayam, ada yang istirahat kerena memang harga ayam mahal," tuturnya.

Hamid berharap ada perhatian Pemerintah untuk menekan harga ayam agar kembali normal.




Penulis : Fitriadi
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini