|

Paolus Hadi : PHB Tetap Dengan Protokol Kesehatan

Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat diwawancarai wartawan di Sanggau.
Sanggau (Suara Kalbar) –Bupati Sanggau yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Kabupaten Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan new normal atau aktifitas yang dilakukan masyarakat untuk arah produktif.

“Dulu pada saat awal-awal pandemi Covid-19, kita diminta pemerintah untuk tinggal di rumah,” ujar Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Dia menjelaskan saat ini tidak ada lagi bahasa tinggal di rumah, tetapi beraktivitas yang produktif dan itu harus diatur. Sehingga harus mempersiapkan untuk memulai Pola Hidup baru (PHB).

"Saya lebih enak menggunakan kata-kata PHB. Mengapa, karena saya khwatir, saya lihat situasi sekarang di Sanggau, begitu bicara new normal jadi orang-orang mulailah berpikir seperti biasa. Pergi kemana-mana dengan santai dan tidak lagi patuh dengan protokol kesehatan,”katanya.

Dikatakannya, PHB Tetap dengan protokol kesehatan. Jadi kalau orang buka warung kopi, harus ngerti kalau dia tidak bisa seperti yang dulu lagi. Membiarkan orang duduk di warungnya tidak ikut aturan, Jarak harus diatur.

“Orang boleh duduk disitu, tapi siapkan juga alat untuk mencuci tangan. Berikutnya, pastikan tamu itu datang pakai masker, yang punya warung-warung harus peduli,”katanya.

Paolus Hadi menambahkan bahwa baru dalam Minggu ini Sanggau dinyatakan penyebaran kuning artinya rendah. Untuk itulah, kita boleh mempersiapkan diri untuk melakukan pola hidup baru.

"Kami sebagai pemerintah mengimbau kepada kita khususnya yang melakukan usaha-usaha. Apakah dia warkop, warung makan atau jualan apa saja agar patuhi protokol kesehatan,”katanya.

Sehingga perlu diketahui, kata Paolus Hadi, bahwa hari ini Kabupaten Sanggau hanya mampu menyediakan 10 ruangan untuk perawatan Covid-19.

"Hari ini masih kosong, saya khawatir dengan kita merasa bebas, lalu terkena semua lalu harus dirawat. Kalau 20 orang kena kemana meletakkan yang 10, Jadi jangan anggap enteng soal ini. Kita harus menjaga bersama-sama, jadi  patuhi saja. Tidak ada larangan untuk membuka warung kopi atau warung makan,"ujarnya.

Dia mengatakan pemerintah diminta untuk mempersiapkan mitigasi. Apabila ketika semuanya PHB ini berjalan lalu tidak terkontrol, Tapi diharapkan Sanggau tidak.

"Jangan nanti lalu merasa takut, marah orang memberitakan. Ini untuk kesehatan kita, Sekarang pemerintah bilang oke ayok kamu beraktifitas yang produktif. Tetapi ikuti protokol kesehatan,"pinta Paolus.

Akan tetapi, jika ada tempat-tempat yang tidak ikuti protokol kesehatan jangan salahkan tim gugus tugas akan datang untuk mengingatkan, untuk menyampaikan. Tapi sebaiknya kita orang dewasa jangan lagi diingatkan.

“Jangan orang-orang pintar termasuk ASN, malah dia yang nongkrong tidak ikut protokol kesehatan lagi,"pintanya.

Kemudian, rumah ibadah. PH  mengaku tidak akan membuat surat edaran dari bupati, tetapi mengacu pada SE Menteri Agama.

"Ikuti saja itu, saya sudah bicara dengan Kemenag dan tokoh-tokoh agama jug sudah paham, dan bagi pemimpin agama yang menyatakan  kami tidak melakukan ibadah langsung, tidak apa-apa. Tapi bagi yang sudah siap harus mengajukan ke gugus tugas. Syarat-syaratnya sudah ada kan,”tegasnya.

Jadi, lanjutnya, tidak hanya sebatas menulis surat untuk ibadah. Tapi harus dijelaskan kepada pemerintah rumah ibadah kami seperti apa, Nanti akan dilihat karena nanti akan ada rekom bahwa rumah ibadah itu bebas Covid-19.

“Jadi jangan juga belum ada apa-apa sudah mulai. Karena sekarang ini baru persiapan kita ini, Kalau kuning, barulah kita boleh mempersiapkan. Kalau merah, tidak boleh sama sekali. Ikuti, Jangan anggap remeh jadi tidak mau mengikuti protokol kesehatan itu,” jelasnya.

Penulis : Ucok
Editor    : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini