|

New Normal, Fotografer Mempawah Berharap Resepsi Perkawinan Diperbolehkan

Muhammad Sandi saat di Tugu Khatulistiwa.[Foto Diambil Sebelum Pandemi Covid-19/Ist]
Mempawah (Suara Kalbar)- Di masa pandemi Covid-19, para pekerja fotografi wedding di Kabupaten Mempawah kehilangan mata pencarian karena masyarakat tidak diperbolehkan menggelar resepsi pernikahan.

Ketika pemerintah sekarang ini tengah melaksanakan kebijakan New Normal, para fotografer maupun videografer wedding menyambut baik. Menurut mereka, penerapan tatanan kehidupan baru hendaknya diikuti dengan pemberian ijin bagi masyarakat yang akan menggelar resepsi pernikahan.

Muhammad Sandi, yang akrab disapa Boy Sandi Sniper, mengatakan, sejak pandemi Covid-19, seluruh pekerja organizer di Kabupaten Mempawah kehilangan mata pencaharian. Banyak yang banting stir mencari kerja serabutan agar tetap bisa makan.

“Tidak hanya kami fotografer dan video grafer, kawan-kawan yang bergerak di even organizer juga kehilangan pendapatan, termasuk usaha penyewaan tenda, bahkan emak-emak pengantin (tukang rias pengantin, red),” ujar Sandi.

Kehilangan pendapatan tersebut karena dikeluarkan kebijakan tidak diperbolehkannya masyarakat untuk menggelar resepsi pernikahan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah.

Saat ini, tambah Sandi, dia dan kawan-kawan tidak tahu kemana harus mengadukan nasibnya. Sementara kebutuhan hidup sehari-hari harus terpenuhi. Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Gugus Tugas, beserta aparat Polres Mempawah dapat memberikan ijin masyarakat menggelar resepsi pernikahan kembali.

“Saya pikir, pihak keluarga mempelai yang menggelar resepsi, pasti siap memenuhi protokol kesehatan maupun syarat-syarat lain di era New Normal ini,” imbuhnya.

Dengan adanya resepsi pernikahan, ucap Sandi lagi, setidaknya nasib pekerja fotografi, videografer, even organizer, dan pelaku usaha lainnya akan terbantu. Tidak morat-marit seperti sekarang ini.



Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini