|

Meski Motor Mogok, Babinsa Sejegi Tetap Pantau Banjir

Babinsa Sejegi Mempawah, Serma Supriadi, memperbaiki sepeda motor ketika meninjau banjir di Desa Sejegi.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)- Perjuangan Babinsa Sejegi, Serma Supriadi, untuk memantau banjir di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, boleh dipuji.

Meski mesin sepeda motor sempat mogok kemasukan air, Serma Supriadi tetap melaksanakan tugas dengan ikhlas. Ia harus berkutat mengeringkan busi motor, baru kemudian ia melanjutkan perjalanan memantau banjir ke pelosok desa.

Serma Supriadi ketika ditemui, Minggu (07/06/2020), sempat tertawa lebar. Ia mengatakan, sudah resiko tugas apabila ada kendala di lapangan. Mesin motor yang mogok, baginya adalah hal biasa.

“Tak menyangka juga air begitu tinggi. Saya paksakan mengendarai sepeda motor. Mesin sempat mogok, setelah busi dibersihkan, saya bisa jalan lagi,” ujarnya.

Kepala Desa Sejegi, Muhammad Idris, mengapresiasi kegigihan sosok sang babinsa. Idris mengungkapkan, dirinya terkejut melihat sepeda motor Serma Supriadi yang mogok.

“Tapi pak Supriadi tidak perduli. Beliau tetap ngotot jalan terus mengendarai motornya sampai ke pelosok Desa Sejegi untuk memantau banjir,” puji Idris.

Dalam kesempatan itu, Serma Supriadi dan Muhammad Idris melihat langsung tingginya debit air sehingga aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat terhenti.
 Babinsa Sejegi, Serma Supriadi bersama Kades Sejegi, Muhammad Idris, melihat debit air yang kian meninggi.[Suarakalbar/Dian Sastra]
“Hari ini, saya bersama Kades Sejegi memantau banjir. Tinggi air sudah ada yang mencapai 1 meter. Ada dua dusun yang kondisinya sangat memprihatinkan, yakni Dusun Telayar dan Dusun Tekam,” ungkap Supriadi.

Dari hasil pantauannya, masyarakat setempat butuh bantuan pemerintah daerah. Misalnya air bersih, sembako dan obat-obatan. Sebab di kawasan yang tergenang air cukup tinggi itu, warga tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Kami di Koramil maupun di Kodim 1201/Mph siap membantu pemerintah daerah untuk penanggulangan banjir,” tegas Supriadi lagi.

Dalam kesempatan bertemu masyarakat, ia mengimbau masyarakat untuk tetap memonitor debit air. Apalagi akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi. Masyarakat disarankan untuk pindah sementara ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.

“Namun saat meninggalkan rumah, pintu hendaknya dikunci. Ketua RT dan Ketua Dusun juga saya imbau untuk melakukan penjagaan agar rumah-rumah warga yang ditinggalkan tidak menjadi sasaran tindak kriminal,” tutupnya.


Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini