LSM Simpang Mandiri Tidak Setuju Nama Sejarah Gunung Lalang Dirubah
![]() |
| Miftahul Huda dari Lembaga Simpang Mandiri |
Pontianak (Suara Kalbar) – Pemerintah Daerah Kabupaten
Kayong Utara akan merubah nama gunung lalang menjadi bukit bunga. Selain
merubah nama rencananya juga akan dibangun objek wisata baru dengan di tanami
bunga di Desa Harapan Mulia Kecamatan Sukadana Kabupaten kayong Utara. Selasa
(16/6/2020).
Rencana perubahan nama ini akan di lakukan oleh Bupati
Kayong Utara Drs Citra Duani. Ia sampaikan rencana itu melalui rilis berita
resmi di fanspage Humas Pemerintah Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 14 Juni
2020.
Atas wacana tersebut banyak tanggapan warga yang tidak
setuju gunung lalang namanya dirubah
menjadi bukit bunga.
Salah satunya Miftahul Huda dari Lembaga Simpang
Mandiri (LSM) yang aktif dalam penusuran
sejarah Tanjung Pura Era Sukadana bersama rekan rekannya merasa tidak setuju atas rencana perubahan nama
tersebut, sebab menurut nya nama gunung atau bukit lalang ini sudah lama dan
berusia ratusan tahun serta memiliki nilai sejarah, namun jika untuk membangun
objek wisata silahkan.
“Silahkan pemerintah membangun objek wisata baru di situ,
dan kami apresiasi karena akan mendatangkan penghasilan dan daya tarik bagi
Desa setempat dengan mmepertimbangkan berbagai aspek termasuk pemakaman
tionghoa, tapi kaitan dengan nama jangan di rubah karena akan merubah alur
sejarah yang telah tercatat pada masa
lampau,” ucap Miftahul Huda, saat dikonfirmasi Via Whatsapp.
Sambungnya nama Gunung lalang sudah ada sejak ratusan tahun
yang lalu dan tercatat di beberapa manuskrip, nanti bisa bahaya, apalagi
sejarah tempat kita masih banyak belum terungkap.
“Nama Bukit lalang atau gunung lalang menjadi penting sebab
menjadi salah satu simpul dalam Sejarah Peradapan Tanjung Pura Era Sukadana,
maka apabila nama itu betul betul di ganti kedepannya akan sangat menyulitkan
bagi proses penelitian untuk mengungkap Sejarah Tanjung Pura Era Sukadana yang
masih misteri.” keluhnya.
Dari beberapa sumber dan manuskrip bahwa nama Gunung lalang
atau Bukit lalang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Gorge Muller yang pernah
datang ke Borneo pada tahun 1822 mencatatkan nama Gunung lalang dalam sebuah
catatan harian, bahkan ia memberikan deskripsi secara jelas bahwa bukit lalang
merupakan bagian dari gugusan bukit laut yang di sebut membentang dari mulai
gunung pelintu, mulia, pelerang dan tambak rawang.
Dalam catatan Gorge Muller yang juga di catat oleh PJ Vert
dan di terjemahkan oleh P. Yeri dalam buku Borneo Bagian barat, secara jelas di
sebutkan bahwa beberapa makam raja raja Tanjung Pura Era sukadana di
makamkamkan di Bukit laut dan sekitarnya, satu di antaranya jelas di sebut di
bukit lalang.
Sayangnya hingga saat ini penelitian mengenai Bukit laut dan
juga makam yang ada di gunung lalang
belum di lakukan secara serius oleh fihak terkait, hal ini di kahwatirkan
semakin membuat kabur sejarah di masa lampau.
“Nama Bukit lalang atau gunung lalang menjadi penting sebab
menjadi salah satu simpul dalam Sejarah peradapan Tanjung Pura Era Sukadana,
maka apabila nama itu betul betul di ganti ke depannya akan sangat menyulitkan
bagi proses penelitian untuk mengungkap Sejarah Tanjung Pura Era Sukadana yang
masih misteri,” tegas Miftahul Huda.
Penulis : Wiwin
Editor : Dina
Wardoyo






