|

Kisah Sedih Angkatan Corona, Lulus Tanpa Berjabat Tangan

SMAN 4 Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) - Virus Covid-19 yang mewabah Indonesia memiliki banyak dampak, salah satunya adalah di bidang pendidikan.

Tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Ujian Nasional pun ditiadakan bahkan kelulusan pun diterima secara online guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Salah satu pelajar menengah atas yang baru lulus ditahun ini menyampaikan dukanya lulus di angkatan Corona ini.

"Menurut saya, mengenai suka atau duka lebih tepatnya saya sangat merasakan duka," ujar Yola Putri Siswi SMA 4 Pontianak.

Yola menjelaskan bahwa dampak yang ia terima ditahun ini adalah banyaknya pengunduran jadwal pendaftaran kedinasan dan dampak-dampak lain yang menyebabkan adanya krisis sosial seperti menurunnya perekonomian.

Ia katakan, bahkan untuk perpisahan pun tidak dapat ia rasakan karena sekarang Indonesia bahkan dunia berada di situasi pandemi Covid-19 sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan acara perpisahan.

"Duka yang amat mendalam saya rasakan sebagai angkatan 2020, berpisah tanpa ada kata pamit, seolah-olah pergi begitu saja tanpa menyisakan jejak, yang tersisapun hanyalah kenangan jika kita pernah saling bersama," ucap Yola kepada Suarakalbar.co.id (23/6/2020).

Yola berharap agar teman seangkatan dengannya dapat meraih masa depan yang menunjang yang tidak kalah dengan angkatan-angkatan sebelumnya.


Mengenai hal ini, salah satu guru SMA 4 Pontianak mengatakan kelulusan tahun ini merupakan kelulusan yang sangat spesial. Baginya, tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena angkatan 2020 lulus tanpa mengikuti Ujian Nasional.

"Orang lain tahunya wah enak ya lulus tapi tidak ada ujian nasional lagi, padahal mereka tidak tahu sebelumnya siswa kami sudah mengikuti beberapa ujian dan semuanya tidak gampang, dan orang-orang jarang tahu jika sebenarnya kalian ngelewatin persiapan buat ujian itu panjang sekali," tutur Romi Faisal.

Ia sampaikan tentang perpisahan tanpa berjabat tangan pada angkatan Corona ini masih ada alternatif lain seperti pemanfaatan media sosial dengan mengucapkan terimakasih serta doa untuk kelancaran ke jenjang berikutnya, biasanya menggunakan aplikasi WhatsApp atau Instagram.

"Jadi yang terpenting itu bukan jabat tangannya lalu menghilang, ketemu dijalan pun tidak mau menoleh,akan tetapi yang paling penting itu silaturahmi yang selalu terjaga antara guru dengan murid," bebernya.

Romi mendoakan agar pelajar yang lulus di angkatan 2020 ini semuanya dapat meraih kesuksesan. "Semoga angkatan 2020 sukses semuanya,dan mencapai cita-cita yang telah di impikan selam ini, serta menjadi orang yang berguna dimanapun dan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di sekolah dalam kehidupan bermasyarakat," pungkas Guru di bidang seni budaya ini.


Penulis  : Yapi Ramadhan
Editor    : Dina Wardoyo
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini