|

Ketua PWPM Kalbar Minta Nilai Keagamaan dan Ketaqwaan Cegah Terorisme Meluas di Kalbar

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalbar, Nurhadianto Pahmi
Pontianak (Suara Kalbar) –  Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalbar, Nurdianto Pahmi mengatakan mengenai kasus ini yang harus diperkuat yaitu nilai keagamaan dan ketaqwaan.

Hal ini lantaran baru-baru ini masyarakat Kalimantan Barat digegerkan dengan penangkapannya terduga terorisme di Sungai Pinyuh pada Jumat (5/6/2020).

Tim Densus 88 Mapolda Kalbar beserta dibantu pihak kepolisian setempat berhasil meringkus warga berinisial AR yang merupakan warga Sungai Pinyuh yang sehari-hari nya bekerja sebagai karyawan depot air minum isi ulang.

"Khususnya dalam Islam, bahwa segala perbuatan yang dapat merugikan,menyakiti atau menghilangkan nyawa orang lain termasuk perbuatan dosa. Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan mengutuk keras perbuatan bathil seperti terorisme," katanya.

Nurdianto mengharapkan pihak kepolisian dapat menuntaskan masalah ini sampai ke akar-akarnya.

"Atas kejadian penangkapan terduga teroris di Sungai Pinyuh Mempawah tentu harus di apresiasi dan kita kawal bersama, kita harapkan pihak Densus 88 atau Kepolisian Republik Indonesia dapat mengusut jaringan teroris di Kalimantan Barat hingga ke akar-akarnya," terangnya.

Atas kejadian ini juga menarik salah satu perhatian masyarakat, Adrina Vonty (18) mengatakan bahwa ia cukup terkejut mendengar kabar penangkapan terduga teroris di Pinyuh.

"Ditengah pandemi Covid-19 ini saya cukup terkejut mendengar penangkapan terduga teroris di Sungai Pinyuh, untungnya polisi dan pihak pihak-pihak terkait cukup gesit dalam menangani masalah ini, jadi terduga teroris bisa cepat diringkus dan dibawa ke pihak yang berwajib," jelasnya.

Kemudian dia kembali menyampaikan kegelisahannya mendengar kabar terkait penangkapan terduga teroris di Sungai Pinyuh oleh Tim Densus 88.

"Saya sendiri mengaku sedikit terancam karena mendengar berita penangkapan ini, pasalnya jaringan teroris yang kita ketahui melakukan aksinya secara brutal serta menginginkan korban jiwa dan dapat merusak fasilitas publik, ditambah penyamaran mereka yang cukup baik dimasyarakat," katanya.

Terakhir, Adriana berharap kepada pemerintah untuk dapat mengurangi oknum-oknum yang mendukung dan loyalitas terhadap ISIS, memperketat hukum yang berlaku, serta menindak tegas jaringan-jaringan terduga teroris tersebut.

"Saya berharap pemerintah dapat menindak tegas jaringan-jaringan terduga teroris tersebut, karena Indonesia dari dulu merupakan sasaran empuk terorisme, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan itu," katanya.

Penulis : Yapi
Editor    : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini