SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Isu Pungli di Pintu Perbatasan Aceh Tamiang, Bupati dan Kapolres : Itu Tidak Benar!

Isu Pungli di Pintu Perbatasan Aceh Tamiang, Bupati dan Kapolres : Itu Tidak Benar!

Konferensi Pers di Aula Sekdakab Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang (Suara Kalbar)- Bupati aceh Tamiang, H.Mursil bersama sejumlah Forkopimda menampik tudingan adanya saber pungli di pintu masuk Aceh Pos Penjagaan Chek Point yang memberlakukan kutipan Rp 30 ribu bagi pengendara  ingin masuk ke Aceh adalah tidak benar.

“Kemarin saya menerima telepon ada berita dimedsos. Terkait pemberitaan pintu masuk Aceh perbatasan adanya pungli, Itu tidak Benar dan berita itu tidak bisa dipertanggung jawabkan,”kata Bupati Aceh Tamiang, di Aula Sekdakab saat menggelar Konferensi Pers, Kamis (04/06/2020) Pagi.

TNI Polri dan Unsur lainnya yang terlibat, sudah melakukan penjagaan dengan ketat diperbatasan Aceh tepatnya di pos Chek Point. Agar Pengendara dari medan mau masuk ke Aceh itu tidak bisa harus memutar balik.

 Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, menjadikan dirinya sebagai jaminan, Serta Bupati dan Kapolda bahwasanya di perbatasan tidak ada pungli dengan isu yang beredar. Dia memastikan, kabar yang beredar itu tidak sesuai fakta dan cenderung tendensius memojokkan kinerja petugas.

“Saya menjaminkan diri saya, bupati dan kapolda kalau di perbatasan tidak ada pungli,” tegas Ari.

Secara tegas dia menyatakan mekanisme penjagaan di pos perbatasan sudah sangat sistematis karena melibatkan banyak unsur dan bekerja selama 1×24 jam.

Ari menjelaskan, setiap harinya pos tersebut dijaga sekira 50 petugas gabungan yang berasal  13 anggota Polres Aceh Tamiang pindahan dari Posko Bersama di Terminal Kualasimpang, PJR tiga personel, Dinas Perhubungan enam personel, Kompi Brimob Aramiah lima personel, BKO PJR 13 personel, POM TNI dua personel, Kodim 0117/Atam dua personel, Dinkes tiga orang, Satpol PP empat personel.

Kapolres AKBP Ari Lasta Irawan mengharapkan, perbatasan pintu masuk Aceh juga harus menyediakan tersedianya Rapid Tes.

Penulis : Muhammad Irwan

Editor    : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan