|

Harga Cabe Rawit Naik, Dinas Pangan Kalbar Pasok 13,5 Ton Cabe Rawit Dari Pulau Jawa

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif mengecek pasokan Cabe Rawit Merah yang datang dari Pulau Jawa, Rabu (10/6/2020).
Pontianak (Suara Kalbar)- Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar memasok Cabe Rawet Merah (CRM) lantaran harga di pasaran naik dan cenderung tidak stabil.

"Tadi malam telah merapat dengan kapal Damacitra dari Semarang mengangkut cabe di Jawa sebanyak 14,5 ton.  Sebanyak 13,5 ton adalah cabe rawit dan 1 ton nya cabe keriting," ujar Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Kalbar , Muhammad Munsif, Rabu (10/6/2020).

Dia menjelaskan sekitar 500 peti Cabe Rawit Merah (CRM) ini sudah mulai didistribusikan ke Pasar Sentral Flamboyan dan pasar-pasar tradisional lainnya di Pontianak dan kabupaten terdekat.

Ia menuturkan ini merupakan pasokan cabe yang ke 4 kalinya dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kalbar . Adapun kegiatan ini di beri nama 'Gelar Pangan Murah Cabe' .

Dalam hal ini toko Pasar Mitra Tani yang dikelola dan dibina oleh Dinas Pangan  Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Kalbar juga mengambil peran aktif sebagai distributor dan mendistribusikan ke sejumlah pelanggan yang bergerak sebagai takmir-takmir di masjid sekitar Kota Pontianak.

"Rencananya hari ini kita akan mendistribusikan ke sejumlah pelanggan kita , kurang lebih 60 peti yang mendekati 2 ton cabe rawit, dan pelanggan-pelanggan itu merupakan komunitas dan takmir-takmir masjid di lingkungan Kota Pontianak ini,” katanya.

Munsif berharap dengan diadakannya kegiatan distribusi bahan pangan ini agar harga cabe di Kota Pontianak yang melunjak dengan harga Rp 50 ribu perkilogramnya yang dijual sekitar pasar di kota Pontianak ini menjadi lebih stabil .

"Kita berharap agar harga cabe khususnya di Pasar Flamboyan menjadi stabil dengan harga jual sekitar 30 ribu," katanya.

Menurutnya dengan adanya pengiriman 14,5 ton cabe ini, para Perusda dan pedagang yang diajak kerjasama dapat mengontrol lapak-lapak nya.

Munsif kemudian berterimakasih karena program ini dapat terselenggara berkat kebijakan Menteri Pertanian lewat Badan Ketahanan Pangan dan dieksekusi oleh Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan. Merekalah yang kemudian mendukung untuk memberikan subsidi biaya angkutan.

"Kita sudah menikmati subsidi biaya angkutan yang keempat kalinya dan kita terus akan dibantu subsidinya bila kita menghendakinya bila sinyal harga pangan bergerak naik dan beresiko munculnya inflasi," katanya.

Terkait apa yang dilakukan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalbar mendapat respon dari masyarakat.

"Alhamdulillah , masyarakat jadi terbantu, saya menyalurkan kepada ibu-ibu pengajian dan dapat membantu kami. Kami menjual cabe rawit ini sesuai dengan arahan pemerintah dengan harga sekitar 23 ribu sampai 25 ribu, saya berharap kedepannya bukan hanya cabe tapi juga sembako-sembako lainnya," kata Hermansyah.


Penulis       : Yapi

Editor         : Hendra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini