|

Erdogan Puji Sistem Kesehatan Turki, Ungkap Strategi Lawan Virus Corona

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris pada 15 Mei kemarin. [AFP/Matt Durham]
Suara Kalbar- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memuji sistem kesehatan di Turki yang dianggap sebagai salah satu penyebab keberhasilan suksesnya penanganan pandemi virus Corona.
Dilansir Anadolu Agency, Turki berhasil mengatasi pandemi Covid-19 dengan jumlah besar tempat tidur unit perawatan intensif yang mendekati jumlah total di seluruh Eropa dan lebih dari satu juta tenaga kesehatan.

"Turki telah berhasil melewati proses ini dengan jumlah tempat tidur unit perawatan intensif, yang mendekati total kapasitas di seluruh Eropa, dan hampir 1.100.000 tenaga kesehatan," kata Erdogan pada upacara pembukaan Rumah Sakit Prof. Dr. Asaf Rumah Sakit Ataseven di Universitas Marmara, Istanbul.

Dia mengucapkan terima kasih kepada sistem asuransi kesehatan umum di Turki - yang cakupannya sangat jarang ditemui di dunia - sehingga dapat memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga.
Erdogan juga menyampaikan Turki telah membuka rumah sakit baru selama wabah.

Antara lain dua rumah sakit darurat dengan masing-masing 1.008 tempat tidur di Basaksehir Cam, Rumah Sakit Kota Sakura dengan 2.682 tempat tidur, dan Rumah Sakit Kota Prof Dr Cemil Tascioglu Okmeydani di Istanbul dengan 600 tempat tidur.

Presiden Erdogan juga mengingatkan warganya tentang peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat virus korona.

Dia meminta warganya tetap menggunakan masker, menjaga jarak sosial dan menjaga kebersihan.
Tenaga medis Turki berjuang tak kenal lelah tangani pasien Covid-19 (Anadolu Agency)
Tenaga medis Turki berjuang tak kenal lelah tangani pasien Covid-19 (Anadolu Agency)
Dalam kesempatan sama, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan Turki juga telah membuka rumah sakit lainnya untuk memperkokoh sistem kesehatan negara.

Koca mengatakan virus korona menunjukkan kepada dunia pentingnya investasi kesehatan.
Koca mengatakan hal itu juga menunjukkan mengapa investasi ini harus menjadi pusat pengembangan.

Dia menambahkan negara-negara dunia membutuhkan sistem kesehatan yang baik, infrastruktur yang maju, dan tenaga kesehatan yang berkomitmen lebih dalam kondisi pandemi
"Risiko wabah belum berakhir," kata Koca.

Dia juga mengatakan bahwa kehidupan sosial yang terkendali juga merupakan kunci selama proses tersebut, dan mendesak orang untuk tetap mematuhi aturan sosial yang menjauhkan.
Koca mengatakan Rumah Sakit Prof. Dr. Asaf Rumah Sakit Ataseven Turki dibuka untuk melawan Covid-19.

Jika telah berjalan secara total, rumah sakit ini akan memiliki 155 poliklinik, 535 tempat tidur, 60 perawatan intensif, 304 kamar tempat tidur tunggal, dan 28 ruang operasi, kata Hoca.



Sumber : Suara.com
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini