|

BUMDes Semabi Sekadau Pasarkan Produk Unggulan, Beras Hitam Paling Laris


Desa Semabi Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau sangat terkenal sebagai daerah penghasil beras berkualitas di Sekadau.

Sekadau (Suara Kalbar) - Desa Semabi Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau sangat terkenal sebagai daerah penghasil beras berkualitas di Sekadau. Saat ini produk beras unggulan tersebut dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimulai pada tahun 2018 lalu.

 “Desa Semabi melalui Badan Usaha Milik Desa sudah menelurkan beberapa produk unggulan yang saat ini sudah dipasarkan hingga ke luar Sekadau. Produk yang paling menonjol adalah beras hitam organik asli dari Desa Semabi, Sekadau,” Ketua BUMDes Semabi, Muksin kepada suarakalbar.co.id, Sabtu (6/6/2020).

Dia menjelaskan, saat ini beras hitam yang paling menonjol. Karena selain beras ini memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan juga termasuk langka dipasaran.

Ia menjelaskan, saat ini beras hitam memang menjadi primadona dan laris dipasaran. Bahkan menurutnya stok yang ada selalu kurang karena tingginya permintaan konsumen baik yang datang dari Sekadau hingga konsumen dari Pontianak.

Diketahui mengkonsumsi beras hitam memiliki berbagai manfaat kesehatan diantaranya tinggi akan kandungan antioksidan, tinggi protein, kaya akan vitamin dan mineral, melindungi jantung, baik untuk pencernaan, baik untuk menurunkan berat badan hingga dapat menajamkan fungsi otak.

Selain beras hitam organik, produk unggulan lainnya yang juga cukup laris dipasaran yaitu beras merah organik, beras merah sawah non organik dan beras ketan hitam maupun putih organik.

"Kalau beras memang ada beberapa jenis, semua masuk produk unggulan dengan label beras Cap Durian. Kenapa kita beri nama Durian, karena Desa Semabi juga terkenal sebagai Desa penghasil Durian berkualitas," ujarnya.

Untuk harga bervariasi tergantung jenis berasnya, Muksin mengatakan saat ini pihaknya sedang mempertahankan kualitas produk. Selain itu, pihaknya juga berupaya mensejahterakan petani dengan terus mengedukasi petani tentang pengembangan hasil pertanian yang ada.


Penulis : Tambong Sudiyono

Editor  : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini