|

Berkeliling Kampung, Anak Muda Desa Antibar Himpun Beras Secanting

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, H. Hermansyah, turut menyumbangkan secanting beras saat kediamannya di BTN Pangsuma Asri disambangi anak muda Desa Antibar yang didampingi Wakapolres Mempawah Kompol Jovan Reagan Sumual dan Kasat Binmas AKP Arifin Harahap.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Untuk menggalakkan kearifan lokal, anak muda Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, berkeliling kampung, masuk dari satu rumah ke rumah lainnya, menghimpun beras secanting, Minggu (28/06/2020) sore.

Beras secanting ini merupakan bagian dari Program Desa Tangguh Nusantara dan Desa Antibar Kampung Lihai di bawah binaan Polres Mempawah. Lihai merupakan singkatan dari Lincah, Indah, Harmoni, Aman dan Inisiatif.

Sebelum berkeliling kampung, puluhan anak muda Desa Antibar berkumpul di Pendopo Desa Tangguh Nusantara/Kampung Lihai di jalur pintu masuk, Dusun Pendidikan, Jalan Adiwijaya. Mereka di-briefing oleh Wakapolres Mempawah, Kompol Jovan Reagan Sumual dan Kasat Binmas, AKP Arifin Harahap.

Briefing dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan kebersamaan dalam diri anak-anak muda saat melaksanakan kegiatan menghimpun beras secanting di rumah-rumah warga. Termasuk, tata bicara dan etika sehingga warga yang didatangi merasa senang dan ikhlas memberikan beras secanting.

Setelah briefing selesai, puluhan anak muda yang dipimpin oleh Fino Rinanda mulai beraksi menghimpun beras secanting. Sasaran pertama adalah warga yang bermukim di Kompleks BTN Griya Pangsuma Asri, Desa Antibar. Satu persatu rumah didatangi. Dengan etika yang baik, sambutan warga ternyata luar biasa.

“Alhamdulillah, di hari pertama gerakan beras secanting, meski waktunya singkat karena sudah sore, cukup lumayan beras yang terkumpul. Kami bahagia bisa menjadi bagian Program Desa Tangguh Nusantara/Kampung Lihai Desa Antibar ini,” ungkap Fino Rinanda dengan nada gembira dan juga terharu.

Sementara itu, Wakapolres Jovan Reagan Sumual, mengatakan, beras secanting merupakan kearifan lokal Indonesia yang kini coba digalakkan kembali dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

“Desa Antibar merupakan binaan Polres Mempawah dalam upaya mewujudkan Program Desa Tangguh Nusantara/Kampung Lihai. Dan beras secanting merupakan program anak-anak muda di sini. Kami di Polres Mempawah tentu mendukung dan tinggal mengarahkan saja agar kegiatan ini berjalan baik dan lancar,” tegas Jovan.

Beras secanting, tambah Jovan, intinya adalah membangkitkan kembali rasa kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Desa Antibar. Para pemuda mengumpulkan beras dari rumah ke rumah, nanti beras tersebut akan didistribusikan kembali kepada masyarakat Desa Antibar yang membutuhkan, misalnya kaum dhuafa, anak yatim piatu dan janda tua.

“Prakarsa anak-anak muda untuk menghimpun beras secanting ini bagus sekali. Kami di Polres Mempawah sangat mengapresiasi. Terlebih kepada warga Desa Antibar yang secara sukarela menyerahkan beras secanting, kami ucapkan terima kasih,” imbuh Jovan lagi.

Apabila kegiatan ini berjalan lancar, Jovan mengatakan akan dilanjutkan dengan pencanangan Pesantren Tangguh di Pontren Al-Mukhlisin dengan kegiatan penanaman jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

“Masih banyak program yang akan dilaksanakan seluruh elemen Desa Antibar dalam mewujudkan Program Desa Tangguh/Kampung Lihai. Semoga semua bisa berjalan baik dan saya yakin akan terus didukung masyarakat,” harapnya.



Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini