|

Akun Palsu Catut Nama Sutarmidji Bobol Nomor Whatsapp Pengusaha Mempawah

Teks foto. Yan Ahmad Firnandis (kiri) yang akun WA dibobol penipu catut nama Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Yusjani, sahabat Yan Ahmad Firnandis yang turut dihubungi penipu
Mempawah (Suara Kalbar) - Penyalahgunaan akun media sosial facebook terus terjadi. Kali ini, akun palsu yang mencatut nama Gubernur Kalbar, Sutarmidji, sukses membobol nomor Whatsapp (WA) Yan Ahmad Firnandis, pengusaha muda Mempawah.

Tak hanya itu, usai membobol nomor WA, sang penipu mengambil alih seluruh aktivitas WA Yan Ahmad Firnandis. Penipu menghubungi hampir semua kontak teman yang dimiliki Yan Ahmad Firnandis dengan modus minta pulsa 100 ribu, 150 ribu, bahkan 200 ribu.

Yan Ahmad Firnandis yang ditemui, membenarkan bahwa akun WA miliknya dibobol pada Minggu (31/05/2020) pukul 18.30 WIB. Aksi penipuan ini berawal dari seminggu lalu, ketika akun facebook Yan Ahmad Firnandis mendapat permintaan pertemanan dari akun facebook Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

“Ketika mendapat permintaan pertemanan, saya pikir benar-benar akun resmi pak gubernur. Jadi saya terima pertemanan tanpa kecurigaan. Dan seminggu kemudian, tepatnya Minggu petang kemarin, akun facebook pak gubernur menghubungi saya via messenger,” ungkap pria yang akrab disapa Yayan ini.

Setelah menyapa, penipu yang mencatut gubernur ini, menanyakan kabar dan kemudian meminta nomor WA Yayan. Setelah nomor WA diberikan, terjadi percakapan antara penipu dengan Yayan. Lantas, Yayan diminta mengirimkan enam angka nomor verifikasi WA dengan alasan akan dijadikan kontak pertemanan whatsapp.

“Saya yang kurang mengerti dengan teknologi informasi, memberikan enam angka verifikasi WA saya. Lalu saya pergi shalat maghrib ke masjid. Sepulangnya dari masjid, saya kaget ternyata banyak laporan nomor WA saya telah dibobol,” ungkapnya.

Yayan mengaku sempat kalang kabut. Penipu yang telah mengambil alih aktivitas WA-nya, menghubungi semua kontak temannya untuk minta pulsa. Pulsa yang diminta, tertulis dikirim ke nomor Telkomsel 0822-3438-5485.

Tak hanya para pejabat Pemkab Mempawah, penipu juga menyasar ke teman-teman Yayan di Mempawah, Pontianak, Banjarmasin, bahkan ke luar negeri. Semua grup WA juga dijapri penipu untuk minta dikirim pulsa.

“Saya sempat shock saat teman saya di Malaysia dan Amerika Serikat, juga menelepon untuk menanyakan apakah benar saya ada minta pulsa. Semua merasa aneh. Saat itu, saya baru sadar itu telah tertipu. Pelakunya adalah penipu yang mencatut nama pak gubernur,” jelasnya lagi.

Masih beruntung, tambah Yayan, hanya aktivitas WA yang diambil alih, tapi nomor telepon Telkomsel miliknya tetap bisa digunakan menelepon dan SMS. Jadi dia masih bisa memberikan penjelasan kepada para teman dan koleganya bahwa akun WA-nya dibobol, dan hendaknya tidak melayani permintaan pulsa tersebut.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Yayan dibantu seorang ahli TI Kota Mempawah, berhasil memulihkan kontak WA-nya. Namun sesuai aturan dari WA, proses pemulihan membutuhkan waktu 12 jam. Jadi selama proses pemulihan, sang penipu masih terus melakukan aksinya mengirimkan permintaan pulsa.

“Dan tadi pagi, Senin (01/06/2020), akun WA saya berhasil dipulihkan dan menjadi milik saya kembali. Saya mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika mendapat pesan messenger yang minta Nomor WA dan kode verifikasi. Itu tindak penipuan,” ucapnya.

Yusjani, Staf RSUD dr Rubini Mempawah, membenarkan dirinya juga mendapat pesan WA dari Yan Ahmad Firnandis yang meminta pulsa 100 ribu. Pulsa dikirim ke nomor handphone 0822-3438-5485. Namun saat itu, Yusjani yang sedang ada tamu berlebaran di rumahnya, mengatakan kepada penipu, pulsa akan dikirim kemudian.

“Setelah tamu di rumah sepi, saya membuka WA. Saya curiga tak mungkin Pak Yayan minta kirim pulsa. Lalu saya menelepon, saat itu Pak Yayan mengatakan bahwa akun WA-nya telah dibobol, dan jangan mengirim pulsa seperti permintaan penipu,” jelasnya.

Achmad Sobari, Tim Media Center Gubernur Kalimantan Barat, ketika dikonfirmasi, membantah bahwa akun media sosial milik gubernur menggunakan sarana messenger untuk melakukan penipuan ke masyarakat.

Menurutnya, aksi penipuan yang menimpa pengusaha muda Mempawah, Yan Ahmad Firnandis, merupakan ulah akun palsu yang akhir-akhir ini meresahkan.

“Kami berharap masyarakat jangan tertipu. Tidak mungkin pak Gubernur Sutarmidji menghubungi masyarakat netizen untuk meminta nomor telepon, nomor whatsapp, apalagi meminta uang dan pulsa,” tegas Ahmad Sobari.


Penulis: Dian Sastra
Editor  : Dina Wardoyo
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini